Meludah Di Waktu Dan Tempat Yang Tepat, Bikin Adem Hidup


PERINGATAN!!!

Artikel ini memuat curhat pria. Bagi yang suka nyinyir dan beranggapan 'Beuh, cowok kok melow!' dipersilakan menghentikan membaca. Ini akan lebih baik buat kesehatan kalian.

Ceritanya tentang patah hati yang belum sembuh dan masih terasa nyeri.

Hayo, disini siapa yang punya mantan pacar?

Mengawali curhat, saya ingat dengan obrolan bersama kawan beberapa hari lalu yang membahas mahluk setipe setan yaitu mantan. Jadi, di obrolan itu dia bercerita soal mantannya yang nge-inbox di facebook. Singkat cerita mereka membahas masa lalu dan ujung-ujungnya buka-bukaan rahasia.

Cowok: Saya tuh pernah mampir ke rumah kamu. Kamunya enggak ada.

Cewek: Saya juga ke rumah kamu. Kamunya enggak ada. Kado saya kamu terima kan?

Cowok: (Mikir lama... Soalnya ada banyak kado saat perpisahan itu) Oh iya yang isinya sendalkan!

Cewek: Iya. Kamu masih inget. Eh, dulu tuh saya suka kamu lho.

Cowok: Sama, saya juga suka kamu.

Petrus bos! Pepet terus!!!

Inbox mereka naik-turun kayak petualangan ninja hatori -mendaki gunung... lewati lembah... sungai mengalir indah ke samudera... bersama teman... berciuman- hingga sampai pada keputusan si cowok menganggap hubungan mereka salah karena si cowok sudah memiliki tiga anak dan si cewek akan menikah dalam waktu dekat. Lalu, mereka saling memutuskan pertemanan di facebook.

Kalau di buat ftv, seharusnya si cowok tergoda terus main kucing-kucingan di hotel melati tanpa diketahui siapa pun kecuali Allah Yang Maha Melihat. Ini yang membuat kita sepakat kalau mantan bisa menjelma jadi setan. Diladeni bikin mati, tak diladeni bahagia hati.

Beruntung sekali kawan saya ini. Baginya, mantan tetap mantan yang nilainya tetap kalah sama yang sudah jadi temanten.

360 derajat berbeda dengan kisah saya. Mantan tetap terkenang, entah bakal sampai kapan.

Pedih juga tiap kali bahas mantan. Lama enggak jumpa, sekarang mah bayangan wajahnya sudah mulai kabur. Tapi yang bikin berat, pas lagi mau tidur biasanya mesra-mesraan dulu, momen itu sudah enggak bakal dialami lagi sama dia.

Kita bubar karena masalah sepele yang banyak, kemudian membesar dan menggerus sabar antara saya dan dia. Perpisahannya lewat WhatsApp dan itu meninggalkan satu rasa yang janggal, seperti ada yang belum selesai, sampai saat ini.

Sebenarnya bukan kisah perpisahan yang mau saya utarakan disini. Melainkan kejadian setelah perpisahan itu. Seperti kebanyakan orang patah hati, segalanya menjadi tak menarik, segalanya menjadi dramatis.

Denger lagu Melly Goeslaw yang 'Tanyakan pada rumput yang bergoyang' bawaannya pengen lari nyari kebun yang banyak ilalangnya. Denger lagu Gibran yang 'Say you love me' bikin pengen genjrang-genjreng gitar walau aslinya enggak bisa. Yang parah, pas denger lagu Maudy Ayunda yang 'Bayangkan rasakan' pengen cepet nikahin penyanyinya.

Oalah!

Pokoknya baper parah.

Kalau lagi insyaf, saya kadang ingin membalik kepedihan dan merananya patah hati menjadi kejutan yang enggak akan disangka-sangka. Ibarat bola yang dijatuhkan ke lantai dengan tekanan dasyat, bola akan membal ke atas lebih tinggi. Seharusnya saya bisa belajar dari situ. Membalik keadaan.

Kenyataannya, saya sibuk meratapi seolah sakitnya patah hati kayak cemilan keripik yang pedesnya ada level-levelnya gitu. Sudah tau bakal bikin perut sakit dan mendadak diare, tapi enggak mau berhenti makan.

Cuy, ada yang keliru tuh sama ketahanan hati kau!

Benar, saya enggak biasa disakitin. Sukanya disayangi. Ehm.

Sekalinya dibuat patah hati, move on-nya lama. Ini tabiat buruk saya, jangan dicontoh ya. Dan jika harus menuruti apa yang diharapkan, saya malah kebingungan bagaimana cara memulai membalik keadaan. Namun sebagai manusia yang lemah, saya enggak pernah ketinggalan berdoa supaya diberikan jodoh sekelas....
...
...
...
...
...



Anying, sekelas tuh banyak, di kelas kuliah saat ini sejumlah empat puluh orang. Maruk sekali kau!!!

Gambar diunduh dari web: www.behance.com

9 comments:

  1. Ngarep pacaran sama anak sekelas. Nggak sekalian sekampus aja? Biar makin banyak. Hahahahahaha.

    Itu dikasih kado isinya sandal. Kok gitu banget ya?! Dari sekian banyak hal, kok harus sandal sih. Ahahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa sendal? Itu jadi rahasia si cewek dan Tuhan

      Delete
  2. Sedikit betul sekelas. Sekota kalau perlu, Din. :3

    Saya pun termasuk orang yang kalau habis patah hati butuh waktu lama buat bisa membuka diri kepada perempuan lain. Entah mengapa rasa ketertarikan itu hilang begitu saja. Meski udah coba dekat, pasti ada alasan buat nggak sreg menjalani. Masa penyembuhan saya mungkin emang lama. Paling sering 6-8 bulan baru bisa betul-betul pdkt lagi.

    Seandainya patah hati bisa cepat seperti Wolverine beregenerasi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh kalo patah hati bisa sembuh secepat itu, maulah patah hati berkali-kali. Biar cepet pinter hehe

      Delete
  3. yahh mau cewe atau cowo bisa aja melow dan belum move on kalau beneran tertarik sama seseorang. Wajir kali kalau melow, saya juga pernah alami, tapi yaahhh harus segera mengabaikan perasaan itu jauh2 dengan melakukan hal-hal lain.

    Sekarang saya jauh lebih baik sendiri. Ga perlu kenalan sama cewe lagi, ga perlu deket, ga perlu ribet pdkt, eh tiba-tiba sebulan yang lalu ada yang ajak nikah. Ya sudah saya bilang lebaran mau silaturahmi ke rumah kamu. Ga mau ah, melow lagi gegara perasaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah dapat pasangannya lancar. Hehehe. Harus sampai pelaminan!!

      Delete
  4. Hehehe... ngomongin mantan yah. Udah lah mas lupain aja, saya juga pernah kok ngalamin kayak kamu ditingalin lewat pesan whatsapp doang. Mana gitu dia malah jauhin saya lagi, asem lah.

    Kalau saya cara terbaik lupain mantan ya udah jadi orang produktif aja mas. Akan datang masanya kamu yang akan berdiri tegak di atas. Gak usah dipikiran. Masih banyak ikan di laut kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih buat motivasinya. Sudah waktunya melepaskan segalanya ya

      Delete
  5. oh.. ternyata yang punya blog adalah lelaki..
    tetapi dari gaya tulisannya berbeda.. :D

    mantan..
    adalah kado terindah.. ya kado, tapi bungkusnya...

    ReplyDelete