Meskipun Butuh Ratusan Purnama

Beberapa Minggu ini saya sering memikirkan kehidupan yang saya jalani. Bisa dikatakan kehidupan saya sangat kacau dan rusak. Biarpun saya tahu penyebab rusaknya, namun saya tidak punya cukup motivasi untuk berbenah. Selalu saja ada alasan untuk menunda.

Beruntung mereka yang hidupnya diberkahi keberuntungan, pikiran ini kerap melintas di benak saya. Namun kalimat penyanggahannya kembali teriang, kalau tidak beruntung maka carilah keberuntungan itu. Ternyata sebatas kalimat saja mudah diucapkan apalagi dituliskan seperti yang sedang saya lakukan. Ketika akan dijalani, akan ditemukan banyak alasan kenapa tidak melakukannya dan ini dinikmati sekali.

Semua kerumitan hidup saya dimulai dari keputusan yang salah. Keputusan salah ini berujung pada kesulitan dan saya memecahkan kesulitan itu dengan keputusan yang salah lagi. Bagai lingkaran setan, tidak ada habis-habisnya. Dan semakin lama kesulitan itu membesar dan menjadi beban hidup yang membuat resah, sekalipun dalam tidur.

Menjelang tahun 2019, motivasi itu muncul. Mengajak saya merenung lebih dalam untuk melakukan perubahan. Dan saya tentu saja menyambut ajakan itu dengan senang hati. Walau sudah terbayang akan menemui banyak perih, sakit, meradang, bahkan memalukan.

Saya merasa sudah waktunya untuk membenahi segala macam kesalahan dan kerumitan hidup saya yang semakin menyesakkan dada. Selain karena faktor usia yang mengharuskan saya segera naik kelas, saya juga sudah muak dengan keresahan yang selama ini saya rasakan.

Entah kapan tepatnya, saya menemukan pegangan hidup yang membuat saya semangat: lakukan saja hal kecil yang benar daripada melakukan hal besar tapi keliru. Mantra ini sangat menyambung sekali dengan apa yang saya alami. Saya tipe orang yang selalu melihat hasil sehingga segala yang saya lakukan selalu memilih yang besar, padahal kemampuan saya belum sanggup melaksanakannya. Hasilnya tentu saja lebih banyak yang keliru. Dan saya tidak kapok melakukan hal serupa dan masih meremehkan hal-hal kecil.

Saya berharap bisa melakukan segalanya dengan baik. Demi kebahagian yang rasanya langka saya rasakan, dan demi bisa menularkan kebahagian kepada keluarga saya, kepada kerabat, kepada rekan kerja, kepada teman-teman, lebih luas lagi kepada orang-orang di sekitar saya.

Saya ingin melakukan hal benar untuk kebenaran dalam hidup, meskipun butuh ratusan purnama untuk melakukannya.

4 comments:

  1. Kok saya merasa relate? hmmm... pikiran ini juga sering banget dateng, dan tahun ini juga mulai pengen bebenah juga. My life is complicated too T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo sama sama memulai kehidupan dengan gaya yang baru.

      Delete