Pernah, Gadisku

Senyum yang tergurat mulai memudar
Mata yang bersinar perlahan mengabur

Gadisku,
Pernah kita bergandengan tangan
Di tengah perhentian hujan deras
Untuk menyatukan rasa lewat pori-pori
Meski malu-malu

Gadisku,
Pernah kita bercerita banyak
Tentang hidupku, tentang hidupmu, yang sama-sama sedang dicandai takdir
Getir dan bahagia menyatu
Selama kita masih bersatu

Gadisku,
Ada luka yang kemudian kau torehkan
Kekalahan yang sulit diterima
Sekalipun ikhlas diucapkan berulang

Membuncah rasa ingin bertemu
Hanya menjadi tangis yang tertahan

Pernah,
Merindu hati yang tidak rindu

0 komentar:

Post a Comment