[Resensi] Ephemera - Akaigita

gambar diunduh dari goodreads


Judul: Ephemera

Penulis: Akaigita

Editor: Miranda Malonka

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Maret 2020

Tebal: 296 hlm.

ISBN: 9786020636542

***

Rumah di tepi rawa itu menyimpan bahaya. Dari kucing-kucing yang menghilang tanpa jejak, kerisik aneh di langit-langit pada malam hari, hingga takhayul keberadaan makhluk setinggi pohon kelapa yang menjaga tanah itu.

Suatu hari, Venus—anak perempuan penghuni rumah—terjatuh ke sumur dan koma. Saat dia siuman, dia mengaku terpeleset karena kaget melihat ular besar di sana. Tapi benarkah pengakuannya itu?

Lantas mengapa Adam, sahabat karib Venus, dikucilkan dan dituduh mendorong gadis itu ke sumur? Mengapa pula Luna, adik Venus yang serba tahu malah diam seribu bahasa?

Rumah di tepi rawa itu tak hanya menyimpan bahaya, tetapi juga rahasia gelap yang tak boleh menyebar.

***

Pada satu hari, sekumpulan anak remaja: Venus, Luna, Adam, dan Giga sedang main petak umpet. Yang giliran jaga adalah Luna. Semua berpencar. Venus memilih sembunyi di balik pohon pakis dekat sumur. Saat dia berjongkok, terdengar suara desisan dan kakinya menginjak sesuatu. Begitu dilihat, seekor ular tengah menatapnya siap menerkam. Venus kaget dan terdorong ke pinggir sumur yang rapuh dan jatuh ke dalam. Kepalanya membentur batu. 

Venus koma selama tiga bulan. Adam menjadi tertuduh hingga dia dipukuli oleh ayahnya sendiri. Luna harus menanggung beban mengurus rumah karena ibu dan ayahnya sibuk mengurus kakaknya. Sedangkan Giga sebagai sepupu sekaligus yang paling tua menjadi yang paling tidak terpengaruh. Sejak peristiwa kecelakan itu hubungan keempat remaja tadi berubah total.

Saat Venus akhirnya sadar dari koma, pertanyaan-pertanyaan soal kecelakan itu terungkap. Tetapi ada bagian-bagian yang aneh. Cerita ular dipatahkan oleh ayah dan ibunya. Venus dianggap amnesia. Hubungan kakak-adik menjadi bersitegang. Hubungan perkawanan menjadi dingin. Namun saat kucing hitam milik Venus yang bernama Oreo menghilang, Adam dan Herman (kawan sekolah Adam) membuat strategi untuk mengungkap soal kasus hilangnya beberapa hewan peliharaan warga dan rumor soal keberadaan ular raksasa milik wilayah keluarga Utomo.

Informasi saja, kata Ephemera berarti benda berbentuk kertas yang masa pakainya singkat atau sekali pakai, kemudian bisa didaur ulang atau dibuang. Contohnya tiket konser, tiket parkir, surat undangan, poster, dll. Tetapi penulis mengartikannya sebagai sesuatu yang fana, kebalikan dari kata timeless yang merupakan judul pertama dari ceritanya sewaktu masih dipublikasikan di wattpad.

Novel Ephemera secara umum tergolong cerita remaja yang dibalut misteri. Dikatakan cerita remaja karena tokoh utama dalam novel ini masih berusia remaja. Selain itu karena konflik yang dihadirkan berupa konflik yang biasa dialami anak remaja, misalnya perselisihan kakak-adik, pertengkaran sesama teman, muncul iri dengki, dan hadir rasa suka kepada teman lawan jenis.

Sedangkan disebut cerita misteri karena penulis menghadirkan versi yang berbeda cerita sebenarnya kejadian kecelakaan Venus: (1) Venus jatuh ke sumur karena kaget melihat ular dan, (2) Venus jatuh dari sumur karena didorong Adam.

Lalu rumor ular besar yang dilihat beberapa orang juga menjadi tanda tanya besar. Apalagi ketika kabar hilangnya Oreo disangkutpautkan dengan hilangnya beberapa hewan ternak milik warga. 

Setting tempat dimana rumah keluarga Ahsan dan keluarga Asti berada yaitu di tengah hutan kecil yang lokasinya bersisian dengan kanal selebar tiga meter dan rawa yang luas, makin memperkuat rumor soal keberadaan ular besar karena lokasi itu diyakini sebagai sarang ular. Warga semakin enggan berhubungan dengan keluarga Utomo sebab percaya keluarga ini memelihara ular.

Tema keluarga dalam novel ini juga begitu terasa yaitu dengan mengetengahkan konflik keluarga Utomo yang dicoba diselesaikan dengan cara yang aneh. Setiap orang punya pembenaran tanpa peduli kebenaran yang sebenarnya. Setiap orang mengukur masalah dari ukuran pribadi bukan dari ukuran nilai yang berlaku di masyarakat. Gara-gara kecelakaan itu, semua keluarga Utomo terpengaruh dan menunjukkan karakter aslinya.

Sebagai novel misteri, penulis berhasil Misteri ini semakin membingungkan karena cerita disampaikan dengan point of view dari tokoh yang berbeda-beda: Venus, Luna, Adam, dan Herman. Jadi setiap tokoh punya versi, pandangan, dan pendapat yang berbeda-beda mengenai peristiwa kecelakaan dan kondisi keluarga Utomo.

Sebagai cerita misteri, penulis sangat tepat dengan memilih gaya bercerita menggunakan Point of View (POV) yang bergantian antara beberapa tokoh: Venus, Luna, Adam, dan Herman. Sehingga setiap tokoh punya versi cerita yang kemudian menggenapkan cerita dari tokoh lainnya. Tujuan akhirnya tentu saja mengungkap secara mendetail apa yang terjadi saat kecelakaan dan rentetan 

Yang menarik lainnya dari novel ini adalah soal psikologi tokoh-tokohnya yang aneh. Penulis memainkan perubahan psikologi tokohnya dengan mengerikan. Venus yang manis ternyata sosok yang bossy dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Luna sebagai adik yang penurut dan dewasa karena keadaan, kadang berubah menjadi sosok manipulatif. Adam terbilang sosok yang labil sebab terjadi perubahan karakter drastis dari yang ceria menjadi tertutup. Giga lebih memprihatinkan karena dia mempunyai kebiasaan memotong-motong serangga dan kadang melukai kucing. Yang paling normal kayaknya hanya Herman, tetangga Adam. Dia remaja yang penuh semangat berpetualang dan mempunyai karakter yang melebur dengan siapa pun. Berkat dia pula rahasia keluarga Utomo terungkap dan menjadi penyelesaian paling baik untuk semuanya.

Usai membaca novel Ephemera ini, saya mendapatkan pandangan baru mengenai bagaimana mewujudkan tujuan yang baik, yaitu tanpa melibatkan ego yang menimbulkan kerugian orang lain. Karena alasan kenapa keluarga Utomo memelihara monster dengan tujuan kelestarian alam. Sayangnya, beberapa cara yang dilakukan mengandung resiko tinggi, apalagi jika tidak terkendali bisa menjadi musibah besar. Selain itu, dari novel ini kita juga harus terbuka berkomunikasi dengan keluarga atau orang-orang terdekat. Dalam bersosialisasi pasti akan ada kalanya kita salah paham, tapi jika sudah terbiasa mengungkapkan segala sesuatu dengan baik, permasalahan tersebut tidak akan berlarut-larut. Jadi, belajarlah terus untuk berani mengungkapkan pikiran dengan kebijaksanaan.

Novel Ephemera ini saya berikan nilai 4 bintang dari 5 bintang karena saya menikmati misteri dan keseruan yang dihadirkan penulis. Ceritanya mampu menaik-turunkan emosi pembaca diiringi kebingungan menebak kebenaran misterinya.

Sekian ulasan dari saya, terakhir, jangan lupa menjaga kesehatan dan terus membaca buku!

[Resensi] Summer in Seoul - Ilana Tan

gambar diunduh dari gramedia.com


Judul: Summer in Seoul

Penulis: Ilana Tan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: September 2021, cetakan ketiga puluh dua

Tebal: 280 hlm.

ISBN: 9786020655703

***

Jung Tae-Woo—penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz.

"Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku," kata Jung Tae-Woo pada gadis di hadapannya.

Sandy alias Han Soon-Hee—gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan.

Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, "Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat."

Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebagai "kekasih" Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari kebenaran kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.

***

Cerita dimulai oleh kejadian tertukarnya ponsel antara Sandy alias Han Soon-Hee dengan penyanyi pria bernama Jung Tae-Woo. Sehingga pada malam itu dengan kerendahan hati Jung Tae-Woo dan manajernya, Park Hyun-Shik, mengantar Sandy ke apartemennya. Tetapi siapa sangka jika malam itu ada wartawan yang mengabadikan mereka. Berita soal gadis yang diduga kekasih Jung Tae-Woo justru menjadi berita positif yang akan menenggelamkan gosip dirinya yang dikatakan seorang gay.

Akhirnya Sandy menerima permintaan kerja sama untuk menjadi kekasih Jung Tae-Woo. Hubungan mereka yang didasarkan kesepakatan justru menumbuhkan perasaan suka. Jung Tae-Woo merasa hidupnya lebih berwarna. Sedangkan bagi Sandy, yang semula hanya ingin mengenal penyanyi itu dan menjawab rasa penasarannya, tidak bisa mengelak kalau perasaannya berbenturan dengan masa lalu kakak perempuannya pada empat tahun yang lalu. Kejadian pilu yang membuat Ibunya Sandy memaksa Sandy untuk menjauh dari Jung Tae-Woo.

Novel Summer in Seoul merupakan bagian dari series Musim/Season, tapi novel ini masih bisa dibaca sendiri tanpa harus membaca buku yang lainnya. Hanya saja kalau mau lengkap dan mengenal lebih mendalam tokoh-tokohnya ya harus baca semua novelnya. Novel ini terhubung dengan novel Spring in London berkat kemunculan tokoh Danny Jo dan Anna Jo, model terkenal di Korea. Dan proyek video klip yang dibintangi Danny Jo dan Naomi merupakan proyek debut kembali Jung Tae-Woo.

Ciri dari series Musim ini tidak jauh dari cerita cintanya yang manis dan bukan yang menye-menye. Karena dihadirkan tokoh dewasa jadi segala hal romantis dalam novel ini bukan yang akan bikin pembacanya mengernyitkan dahi. Saya malah suka senyum-senyum sendiri ketika membayangkan bagaimana Jung Tae-Woo melakukan pendekatan kepada Sandy.

Konflik yang dihadirkan Ilana Tan dalam novel ini tidak begitu tajam. Masih berkutat masa lalu yang kelam, yang terjadi empat tahun silam. Walaupun merupakan tragedi yang menyakitkan bagi keluarga Sandy, namun semua orang sudah menerima kejadian tersebut. Sehingga terungkapnya masa lalu itu bukan menjadi ganjalan besar bagi hubungan Jung Tae-Woo dan Sandy.

Novel ini memotret sebagian dunia hiburan di Korea. Sebagai penyanyi terkenal yang digilai penggemarnya, kadang Jung Tae-Woo juga bersikap awas berhadapan dengan mereka. Sebab bukan tidak mungkin ada penggemar fanatik yang bisa berbuat nekat demi bisa dekat dengan penyanyi idolanya. Masa lalu kelam Jung Tae-Woo juga berkaitan dengan penggemarnya.

Di novel ini juga beberapa bagian menunjukkan aktivitas seorang penyanyi Korea terkenal. Misal kegiatan syuting, jumpa fans, bahkan ketika harus menghadapi wartawan yang berkerumun untuk mewawancara.

Lagi-lagi menjadi kekurangan novel ini adalah bagaimana penulis tidak bertanggung jawab terhadap judul novelnya yang membawa salah satu musim karena suasana musim panas tidak dimaksimalkan dalam ceritanya. Musim panas tidak dijelaskan menjadi sesuatu yang melatarbelakangi cerita sejoli Jung Tae-Woo dan Sandy. Sehingga Summer di novel ini terkesan untuk mempermanis judul saja.

Selain itu, latar belakang Sandy juga tidak terekspos dengan utuh, terutama kehidupan kuliah Sandy. Saya tidak mendapatkan momen-momen dia di kelas, mengerjakan tugas, atau hubungan sosialnya dengan rekan-rekan kampus. 

Ilana Tan lebih berfokus membangun cerita roman bagaimana Jung Tae-Woo dan Sandy bisa bergerak semakin dekat, dan terus semakin dekat, lalu dia halangi dengan konflik dan orang ketiga, sampai akhirnya mereka menemukan akhir cerita yang manis. Bahkan dunia kerja Sandy bersama Ms. Kim pun terbatas hanya mengantarkan baju, setelah itu tidak ada lagi ragam pekerjaan yang menunjukkan kalau dia karyawan di butik itu.

Untuk gaya bercerita dalam novel ini tidak jauh berbeda dengan pendapat saya di ulasan novel Spring in London: penulis menggunakan gaya bercerita teratur dan sesuai kaidah bahasa. Tapi ternyata di novel ini ada yang berbeda, penggunaan bahasa gaul Indonesia muncul juga sebagai pembeda karakter tokoh yang benar-benar lahir dan bergaul di Indonesia. Sehingga pada sedikit bagian saya mendapat kesan sedang membaca novel yang baru terbit pada saat-saat ini.

Sejauh saya membaca series Musim ini, tidak ada tokoh yang benar-benar saya idolakan karena mungkin latar belakang tokoh-tokohnya tidak begitu relate dengan saya. Di novel ini kita akan berkenalan dengan Sandy si gadis yang pekerja keras, teratur, bijaksana, dan ceria. Dia dari awal tahu siapa Jung Tae-Woo, tapi kedekatannya murni karena ingin mengenalnya, bukan membawa masa lalu ke masa kini untuk menggugat si penyanyi. Jung Tae-Woo tipe penyanyi yang sayang dengan ibunya, pengertian dan bisa menempatkan diri terhadap kondisi orang lain, juga memiliki kesabaran yang teruji untuk mendapatkan tujuannya. 

Selain kedua tokoh utama, kita juga akan menemukan beberapa tokoh pendukung: Lee Jeung-Su (mantan pacar Sandy), Ms. Kim (pemilik butik tempat Sandy kerja), Kang Young-Mi (sahabat Sandy), Park Hyun-Shik (manajer Jung Tae-Woo), dan ada beberapa tokoh lain yang kemunculannya sekilas.

Pada novel ini kita sebagai pembaca akan diingatkan untuk menempatkan masa lalu tetap di belakang. Jangan sampai mengikat langkah kita menuju masa depan. Masa lalu yang menyakitkan tidak bisa dilupakan tapi bisa kita kenang sebagai pelajaran. 

Karenanya, untuk novel ini saya memberikan nilai 3 bintang dari 5 bintang untuk malu-malu kucingnya Jung Tae-Woo dan Sandy kalau mereka sebenarnya saling suka.

Sekian ulasan dari saya, terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa membaca buku!


----------------------------------------------------------

MONDAY BOOK REVIEW

Oya, karena hari ini bertepatan dengan hari Senin, jadi ulasan buku kali ini saya masukkan sebagai postingan Monday Book Review yang digagas oleh Kak Ira di blognya: irabooklover.com 

Label ini berlangsung dengan harapan akan bisa mempertemukan dan menggiatkan kembali blogger-blogger buku sehingga bisa lebih produktif dalam mengelola blognya ataupun dalam kegiatan membaca buku.

Bagi teman-teman yang mau ikut serta, silakan langsung berkunjung ke postingan Kak Ira yang membahas soal label Monday Book Review ini dengan mengklik poster di bawah ini:

[Resensi] Spring in London - Ilana Tan

gambar diunduh dari gramedia.com


Judul: Spring in London

Penulis: Ilana Tan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: September 2021, cetakan kedua puluh enam

Tebal: 240 hlm.

ISBN: 9786020655789

***

Gadis itu tidak menyukainya. Kenapa?

Astaga, ia—Danny Jo—adalah orang yang baik. Sungguh! Ia selalu bersikap ramah, sopan dan menyenangkan. Lalu kenapa Naomi Ishida menjauhinya seperti wabah penyakit? Bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam pembuatan video musik ini kalau gadis itu mengacuhkannya setiap saat? Kesalahan apa yang sudah dia lakukan?

Bagaimanapun juga Danny bukan orang yang gampang menyerah. Ia akan mencoba mendekati Naomi untuk mencari tahu alasan gadis itu memusuhinya.

Tetapi ada dua hal yang tidak diperhitungkan Danny. Yang pertama adalah kemungkinan ia akan jatuh cinta pada Naomi Ishida yang dingin, misterius, dan penuh rahasia itu. Dan yang kedua adalah kemungkinan ia akan menguak rahasia gelap yang bisa menghancurkan mereka berdua dan orang-orang yang mereka sayangi.

***

Naomi Ishida, seorang model perempuan keturunan Jepang, terlibat proyek video klip musik di London. Lawan pasangannya seorang model pria bernama Jo In-ho alias Danny Jo, seorang model asal Korea yang sedang belajar menjadi sutradara. Sejak awal perkenalan mereka di lokasi syuting, Naomi menjaga jarak dengan alasan yang belum dipahami Danny. Karena hal ini, Danny semakin tertarik kepadanya.

Dengan dalih pertemanan, Naomi membuka kesempatan supaya mereka saling mengenal walau proyek mereka sudah selesai. Tapi berjalannya waktu, perasaan keduanya tumbuh tanpa bisa dicegah namun tidak diungkapkan. Danny semakin perhatian, sedangkan Naomi mengalami dilema besar.

Kebimbangan makin memperkeruh pikiran Naomi sejak temannya yang bekerja di majalah, Miho Nakajima, ternyata tengah dijodohkan dengan Danny oleh keluarga masing-masing. Walau Danny terang-terangan tidak menyukai Miho, tetap saja Naomi terusik, bahkan pada beberapa momen dia merasa cemburu.

Ketika segalanya disangka berjalan lancar, pada satu pesta terjadi insiden menyedihkan yang berakhir terungkap masa lalu yang membuat Naomi menjaga jarak dengan laki-laki. Masa lalu kelam yang mau tidak mau menggoyahkan hubungan Naomi dan Danny, dan mengharuskan keduanya mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Novel Spring in London adalah novel kedua Ilana Tan yang saya baca, setelah dulu saya pernah baca novelnya yang berjudul Autumn in Paris. Rencananya saya akan menyelesaikan series musim karya penulis yang terdiri dari empat buah buku. Syukur bisa lanjut ke series NewYork.

Novel ini membawa cerita cinta-cintaan yang manis walaupun ada konflik tajam yang menguji pada perjalanannya. Dimulai dari perkenalan, proses pendekatan, hubungan tanpa status tapi bisa saling perhatian dan cemburu, dan akhirnya diuji dengan konflik yang membuat pasangan mempertanyakan akan kemana arahnya hubungan yang sudah tinggal dirajut.

Dengan membawa kisah Naomi dan Danny di kota modern yang memiliki pemandangan bagus serta musim semi yang dingin membuat kita sebagai pembaca akan terkesan betapa romantisnya mereka. Sayangnya musim semi dan kota London tidak digali mendalam. Perubahan musim dan keindahan musim semi tidak dinarasikan lebih banyak untuk menunjang percintaan kedua tokoh utama. Lalu lainnya, hanya sedikit sudut Kota London yang dibahas. Padahal dengan judul novel yang membawa nama kota, saya berharap mendapat sensasi diajak jalan-jalan penulis menelusuri lebih jauh di Kota London. Bisa saja dibahas restoran romantis, beberapa taman yang dikunjungi pasangan, atau lokasi-lokasi kencan yang menarik.

Kekerasan seksual menjadi poin penting dan konflik besar yang dihadirkan penulis. Efek yang dialami korban bisa disampaikan penulis dengan apik sehingga pembaca akan bersimpati dan mengutuk perbuatan tersebut. Kekurangan dalam isu ini adalah tentang proses penyembuhan korban yang tidak disampaikan dengan jelas. Bertahun-tahun memendam rahasia dari semua orang dan lari dari kenyataan jika dirinya korban kekerasan seksual, tidak bisa disembuhkan hanya dengan bercerita dengan orang yang kita percaya, tanpa pendampingan ahlinya. Sisi ini yang kurang dikemukakan oleh penulis padahal korban akan menghadapi orang-orang yang bertalian dengan pelaku.

Isu lain yang dibahas tipis-tipis penulis adalah soal orientasi seksual yang berbeda. Diwakili oleh Christopher Scott sebagai teman flat Naomi yang berorientasi gay, pembaca seperti diberikan informasi kultur pergaulan bebas yang ada di London. Menurut saya yang membuat kultur ini bertahan disana karena setiap warganya menerapkan tidak ikut campur selama tidak menyinggung atau merugikan. 

Selama membaca novel ini saya tidak menemukan kendala karena penulis menggunakan gaya bercerita teratur dan sesuai kaidah bahasa. Ini pas karena menyesuaikan dengan tokoh utama yang dewasa sehingga cerita bisa lebih relate dengan pembaca. Lalu, cerita disampaikan dengan alur maju. Pada bagian menceritakan masa lalu penulis menggunakan kalimat langsung dari salah satu tokoh yang ada.

Untuk tokoh-tokoh yang hadir di novel ini merupakan tokoh usia dewasa yang sudah bekerja. Naomi Ishida seorang model keturunan Jepang yang pekerja keras. Sampai-sampai dia sering telat makan. Dia pendiam karena masa lalu dan memilih menjaga jarak dengan laki-laki. Danny Jo atau Jo In-ho adalah model asal Korea yang ingin belajar menjadi sutradara. Dia pekerja keras walau lahir dari keluarga kaya. Tipe pria yang perhatian dan memiliki selera terhadap perempuan yang menyenangkan dan berkarakter dibanding hanya sekadar cantik. Danny juga mampu menempatkan emosi pada situasi yang tepat. Sehingga amarah yang muncul bisa ditakar agar tidak menimbulkan masalah lain.

Tokoh figuran lain yang muncul adalah: Julie Humphrey (teman flat), Christopher Scott (teman flat), Miho Nakajima (teman di redaksi majalah), Keiko (saudara kembar Naomi), Anna Jo (kakak perempuan Danny), Kim Dong-min (teman kakak laki-laki Danny), dan masih ada beberapa tokoh lainnya.

Dari novel Spring in London kita bisa belajar untuk lebih mencintai diri sendiri. Tidak ada masa lalu yang bersih dan putih, pasti pernah ada noda. Tetapi noda bukan untuk dipendam, dirahasiakan, dan menjadi bara dalam sekam. Agar hidup bahagia, kita harus berdamai dengan masa lalu. Sejauh apapun kita lari, masa lalu tidak bisa ditinggalkan di satu tempat dan akan terus menjadi bayangan yang bisa mengusik kapan-kapan sesukanya.

Maka saya memberikan nilai 3 bintang dari 5 bintang untuk perjalanan cinta Naomi dan Danny yang harus menghadapi badai untuk berdamai dengan masa lalu. Novel yang saya rekomendasikan untuk dibaca kalian yang menyukai cerita cinta yang manis.

Sekian ulasan dari saya, jangan lupa jaga kesehatan dan terus membaca buku!

[Resensi] Petualangan Jack & Piggy Natal - J. K. Rowling

gambar diunduh dari gramedia.com


Judul: Petualangan Jack & Piggy Natal

Penulis: J. K. Rowling

Penerjemah: Dini Pandia & Nina Andiana

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Oktober 2021

Tebal: 352 hlm.

ISBN: 9786020657066

***

Jack sayang sekali pada mainan favoritnya, Si Piggy. SP selalu ada untuknya, saat senang maupun sedih. Sampai suatu hari hal paling mengerikan terjadi - SP hilang!

Tetapi ada malam untuk mukjizat dan semua yang terhilang, ketika segalanya bisa jadi bernyawa... bahkan mainan. Dan mainan Jack yang paling baru punya rencana menegangkan: bersama mereka akan memulai petualangan ajaib dan seru untuk mencari yang terhilang... menyelamatkan sahabat Jack...

***

Novel Petualangan Jack & Piggy Natal merupakan karya terjemahan terbaru dari penulis series Harry Potter yang diterbitkan oleh Gramedia. Dan begitu saya bisa langganan Gramedia Digital, tentu tidak akan melewatkan kisahnya walau saya belum membaca series Harry Potter.

Buku ini menceritakan kedekatan Jack dengan boneka babi kesayangan yang dinamai Si Piggy (SP). SP bukan boneka bagus sebab dia benda kesayangan Jack yang selalu diajak kemana-mana dan mengalami banyak hal sehingga tampilannya kumal, matanya sudah diganti dengan kancing, dan telinganya sudah lunglai. Yang membuat SP berkesan bagi Jack adalah aromanya, percampuran dari berbagai bau. 

Aroma pada benda kesayangan merupakan aroma menenangkan. Saya yakin kita semua pernah menciumi barang kesayangan dan itu rasanya nikmat sekali. Saya dulu pernah punya bantal kesayangan dan merasa nyaman kalau tidur dengan bantal itu, walau menurut saudara-saudara saya baunya sudah tidak enak.

Pada awal ia sekolah, Mum dan Dad memutuskan berpisah. Mum dan Jack pindah rumah, memilih yang lebih dekat dengan Gran dan Grandpa. Di sekolahnya yang baru, Jack mendapat pendamping pelajaran membaca bernama Holly Macaulay. Seiring berjalannya waktu, Mum kemudian mengenalkan pria bernama Brendan. Dan Jack tidak menduga jika Brendan ini ternyata adalah ayah Holly. Kebersamaan Mam dan Brendan tidak disukai anak-anak sehingga hubungan Holly dan Jack sering memanas. Puncaknya, Holly melempar SP dari mobil sewaktu pulang dari supermarket dan sejak itu SP dinyatakan hilang.

Jack marah besar, dia mengamuk. Holly yang menyesal karena ulahnya itu mengganti boneka SP dengan boneka babi lain, Piggy Natal. Tapi Jack tidak terima dan dia membanting, menginjak, dan hampir memutuskan kepala Piggy Natal tersebut.

Pada saat menjelang malam natal, ketika Jack berencana kabur untuk mencari SP, dia justru menemukan Piggy Natal hidup dan berjanji akan menemani Jack untuk mencari SP. Sejak itu petualangan Jack dan Piggy Natal di Tanah yang Terhilang dimulai untuk membawa SP kembali.

Awalnya saya ragu bisa menyelesaikan novel tebal ini dalam waktu singkat. Tetapi berkat penceritaan yang baik, detail, dan jelas, saya bisa mengikuti petualangan Jack dengan lancar. Novel anak ini membawa tema petualangan dan keluarga dengan balutan fantasi. 

Unsur fantasi yang muncul pertama kali adalah dunia yang diciptakan penulis untuk benda-benda yang hilang, sekaligus wilayah luas yang akan dijelajahi oleh Jack dan Piggy Natal. Bagi saya, penulis memang juara membangun latar bersifat fantasi. Ini juga banyak diungkapkan pembaca lain ketika membaca series Harry Potter.

Wilayah yang dibangun penulis dalam novel ini adalah: Wilayah Salah Taruh, Kota Tergantikan, Tanah  Kota Astaga-Hilang, Terbuang yang Tak Ditangisi, Kota yang Dirindukan, dan Pulau yang Disayangi. Untuk lebih jelas bagaimana struktur dan karakter kota-kota tersebut, lebih baik segera baca bukunya.

Dalam petualangannya, Jack dan Piggy Natal bertemu banyak barang hilang lainnya. Misalnya: Sherif Kacamata, Maksi si Kotak Makan, Ally si Buku Alamat, Wali Kota Parutan Keju, Peremuk berupa sepatu, Puisi berupa kertas, si Kompas, Bunny Bonek Biru, Kebiasaan Buruk, dan masih banyak lainnya. Dan setiap karakter mempunyai cerita kenapa mereka bisa dianggap sesuatu yang hilang. Oya, yang hilang ternyata bukan hanya benda, tetapi bisa juga seperti Keindahan, Optimisme, Kekuatan, Prinsip, Ambisi, Ingatan, Kebahagian, dan Harapan

Setelah membaca novel ini ada kesan hangat yang merambat di dada. Cerita sederhana yang mengingatkan kita untuk menyayangi benda-benda yang kita miliki. Bisa jadi ada benda yang dipunya tapi tidak pernah digunakan dan terlupakan, justru diganti dengan beli baru. Artinya ada dua nasib benda yang dipertaruhkan: benda yang hilang dan tidak diingat, dan benda pengganti. Penulis membuatnya bernyawa dan pembaca diajak untuk memahami perasaan benda-benda itu.

"Kehilangan itu bagian dari hidup... Tetapi sebagian dari kita hidup walaupun terhilang. Itulah artinya cinta dan rasa sayang..."
(hal. 298)

Selain menghargai benda, pembaca juga akan merasa terharu dengan konflik keluarga yang disajikan. Terutama perkembangan karakter Jack dan Holly. Sebagai anak-anak, mereka belajar dengan cepat berkat pengalaman dan kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan. Sebagai orang dewasa, sudah seharusnya membesarkan hati mereka apapun keadaan dan keinginan mereka sehingga anak-anak dapat memiliki karakter yang kuat.

Sebagai pengalaman pertama membaca novel karya J. K. Rowling, saya memberikan nilai 5 bintang dari 5 bintang untuk Jack dan Piggy Natal. Saya begitu terkesan dan novel ini menjadi inspirasi bagaimana membuat novel yang mudah dipahami pembaca.

Sekian ulasan saya, terakhir, jaga kesehatan dan terus membaca buku!

[Resensi] Deliverance: Dimensional Fugitive - Shireishou

gambar diunduh dari akun twitter penerbit


Judul: Deliverance: Dimensional Fugitive

Penulis: Shireishou

Editor: Donna Widjajanto

Penerbit: Mekar Cipta Lestari

Terbit: Desember 2020

Tebal: vi + 218 hlm.

ISBN: 9786239435547

***

Melintasi ruang dimensi demi menyelamatkan diri adalah satu-satunya yang bisa mereka lakukan. Seorang pemuda tujuh belas tahun hidup berdua dengan adiknya yang baru berumur sebelas tahun. Mereka hanya ingin hidup tenang, tapi selusin pembunuh siap menghabisi keduanya.

Ketika kehidupan keras di dunia yang sudah bobrok membuat keduanya harus berjuang sekuat tenaga untuk bertahan hidup, Alf dihadapkan pada pilihan: Membunuh atau Dibunuh. Akankah ia bisa melindungi adiknya, Neysha?

Berapa dimensi yang harus ia lalui sebelum bisa menemukan jawaban? Ataukah ia harus terus menyaksikan kematian Neysha di setiap dimensi yang berbeda?

***

Novel Deliverance menceritakan pemuda bernama Alf yang selalu diburu pembunuh berjubah hitam utusan Pemimpin dari dunia Utopia Phonixkralle. Dia berjuang melindungi Neysha yang pada beberapa dimensi selalu mati terbunuh. Dan anehnya setiap kali ada yang terbunuh, portal akan terbuka lalu Alf akan terseret ke dalamnya. Di dimensi yang baru, Alf akan bertemu kembali dengan Neysha. Selama perpindahan dimensi, ada ingatan Alf yang hilang, tapi Neysha yang dia temui selalu bisa mengingat kejadian yang menimpa Neysha di dimensi lain.

Banyak pertanyaan yang tidak Alf temukan jawabannya. Tapi Alf tetap teguh pada pendiriannya untuk melindungi Neysha dari pembunuh yang mengincar mereka.

Ternyata membaca novel science-fiction lumayan menantang. Saya tidak bisa membaca cepat karena perlu paralel membayangkan adegan sesuai narasi. Dunia dimensi yang dibangun penulis berubah-ubah. Ada dimensi mesin, ada dimensi angkasa, ada juga dimensi tanpa teknologi. Tentu jadi pekerjaan berat bagi penulis untuk menyusun narasi latar sedetail dan semudah mungkin dibayangkan pembaca. 

Pada beberapa dimensi, penulis tidak menggali secara mendalam latarnya. Sehingga ada dimensi yang sekedar transit saja. Misal ketika Alf terseret ke dimensi angkasa, baru saja dia siuman, langsung terjadi pertarungan dan berakhir Alf kembali terseret ke dimensi lain, tanpa menelusuri dimensi angkasa seperti apa yang dia singgahi.

Tema petualangan dalam novel ini kurang kental. Mungkin karena dimensi yang dikunjungi Alf tidak tereksplorasi. Yang membuat saya bertahan menyelesaikan novel ini karena penasaran bagaimana keseruan pertarungan Alf dan Pemimpin sebagai puncak konfliknya. Dan ternyata penulis menyisipkan plot twist menjelang akhir cerita. Tapi buat saya tidak mencengangkan sebab dari awal Alf dan Neysha tidak mempertanyakan poin itu.

Emosi dan karakter tokoh serba jadi tanggung. Yang paling utuh hanya tokoh Alf saja. Neysha, Fayne, Ibu, dan Pemimpin jadi tokoh figuran karena kemunculan mereka sedikit sehingga susah mengenali karakter mereka yang sesungguhnya. Kecuali Neysha, walau muncul lumayan sering, tapi dia mengalami perubahan yang begitu cepat di dimensi lain sehingga karakternya terasa berubah-ubah.

Novel petualangan menjanjikan memacu adrenalin, tapi di novel ini saya mendapatkan sedikit sekali hal itu. Saya keburu pusing membayangkan gambaran dimensi, dan ditambah pusing membayangkan adegan berkelahi yang sampai berdarah-darah. Entah apa yang kurang, luka-luka yang menimpa Alf pun tidak menimbulkan nyeri dan linu. Padahal sebelumnya saya pernah membaca pembukaan cerpen 'Dongeng Pengantar Kematian' di buku Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan karya Riyana Rizki yang bikin saya mual dan linu meski hanya beberapa paragraf saja.

Secara keseluruhan, membaca novel dengan balutan science-fiction menjadi pengalaman baru bagi saya. Dan tentu saja saya tidak akan menyerah untuk menikmati tipe cerita serupa. Untuk novel Deliverance ini saya memberikan nilai 2 bintang dari 5 bintang.

Sekian ulasan dari saya, terakhir, jaga kesehatan dan terus membaca buku!

[Resensi] Sesuap Rasa - Catz Link Tristan

gambar diunduh dari informasi buku di goodreads


Judul: Sesuap Rasa

Penulis: Catz Link Tristan

Editor: Afrianty P. Pardede

Penerbit: Elex Media Komputindo

Terbit: September 2021

Tebal: 216 hlm.

ISBN: 9786230027673

***

"Mungkin kamu takut untuk makan, tapi makanan dan teman makan yang baik dapat menghangatkan jiwamu.” 

Ketiga bersaudara Wuddan seakan kehilangan ikatan setelah mama mereka meninggal. Ketiganya tenggelam dalam pelarian akan penyesalan. Hingga saat Nessa, saudari mereka, jatuh sakit, Wendy dan Hansen dihadapkan pada dilema. Haruskah kembali ke kampung halaman dan menghadapi penyesalan mereka? 

Ada luka di hati mereka yang harus segera disembuhkan. Ada ikatan persaudaraan yang harus mereka selamatkan. Dapatkan kenangan makanan yang pernah menghangatkan jiwa membawa kembali ikatan yang telah merenggang? “Makanlah denganku hari ini....”

***

Karena gift voucher langganan Gramedia Digital belum saya rendem, dan saya sudah pengen banget baca novel-novel romance, maka saya langsung pakai sesuai arahan email yang dikirim tim Gramedia. Begitu selesai rendem, langsung saya unduh beberapa judul buku yang bikin penasaran. Dan akhirnya saya memutuskan untuk membaca novel Sesuap Rasa sebagai awalannya.

Novel ini dimulai dengan telepon yang diterima Hansen dari Putri, kawan tidak akrab-akrab banget waktu SMA. Putri mengabarkan kalau Nessa, kakak perempuan Hansen, masuk rumah sakit. Han kaget karena kakaknya tidak pernah mengeluh apa-apa. Han langsung menghubungi kakak sulung, Wendy, dan menceritakan kabar soal Nessa.

Wendy dan Han berbeda kota dengan Nessa. Wendi di Jakarta, dan Han di Kuching, Malaysia. Mendengar kondisi kabar Nessa, keduanya bergegas melakukan perjalanan pulang ke Pontianak. Mereka tidak ingin terlambat bertemu Nessa seperti kejadian dulu, mereka terlambat bertemu Mama.

Nessa merasakan nyeri di kepala dan sering muntah. Menurut pemeriksaan dokter, ada masalah dengan perutnya. Diagnosa yang tidak jelas ini membuat saya mengira Nessa mengidap sakit parah seperti kanker, sehingga kondisinya memburuk dan umurnya tidak akan lama. Tapi rupanya bukan itu.

Novel Sesuap Rasa memiliki tema keluarga. Disini kita akan menemukan konflik di tengah hubungan kakak-adik. Tema yang bikin saya meneteskan air mata pada beberapa bagian, terutama pada bagian yang menceritakan penyesalan kakak atau adik yang belum maksimal berada dan berfungsi untuk saudara yang lain. 

Nessa sakit secara psikologi. Setelah saudaranya pergi dari rumah untuk kerja di luar kota, Nessa tinggal berdua dengan Mamanya. Dan setelah Mamanya menyusul Papa ke surga, Nessa sendiri tinggal di rumah bersama kenangan-kenangan ketika mereka masih berkumpul yang dibalut kesepian. Hubungan Nessa dengan saudaranya menjadi kaku, jarang sekali menelepon, jarang sekali saudaranya pulang ke rumah. Memendam rasa kangen, rasa sepi, dan rasa bersalah, ternyata pelan-pelan menggerogoti kesehatan Nessa dari dalam. Puncaknya, kondisi kesehatan menurun dan tubuh Nessa menjadi kurus.

Selaras dengan tampilan latar belakang cover-nya yang ada ilustrasi makanan, pada novel ini pun dibahas beberapa menu, yang juga menjadi judul setiap bab-nya. Makanan yang dibahas kesemuanya merupakan yang ada di Pontianak, misalnya Nasi Padang, Pia Kacang Hijau, Nasi Telur Mata Sapi, Bubur Nasi Teri, Nasi Capcay, Bakso Ikan Telur Asin, dan masih varian lainnya. Menu di novel ini merupakan objek untuk menceritakan keharmonisan ketiga bersaudara pada masa lalu, yang mereka ulang kembali untuk memperbaiki kerenggangan hubungan mereka.

Karakter-karakter di novel ini pun sangat hidup. Nessa, sebagai anak kedua dan anak perempuan, begitu rapuh, tidak ingin merepotkan orang lain, dan pemendam perasaan. Sehingga dia berusaha untuk tidak menjadi beban saudaranya yang lain. Wendy sebagai anak pertama adalah sosok yang kuat, bertanggung jawab, dan kaku. Dia selalu menampilkan sikap ketus dan cuek karena sewaktu kecil harus menanggung beban sebagai pengganti Papa. Hansen, si bungsu justru kebalikan dari Wendy, dia lebih supel, ekspresif, dan ceria. Menurut kakak-kakaknya ini efek dari dimanja oleh Mama dan kakak-kakaknya.

Secara keseluruhan, novel ini ingin mengingatkan pembaca jika keluarga adalah hal penting. Sesibuk apa pun, kita harus bisa membagi waktu untuk bertemu atau menghubungi keluarga. Karena ketika kita kehilangan kesempatan dekat dengan keluarga, yang tersisa hanya rasa penyesalan.

"Kerja memang perlu, tapi kalau bisa siapkan waktu untuk bertemu sesekali... Ah, waktu terus berjalan a, tak bisa dikembalikan lagi walau kita sudah punya banyak uang. Waktu juga belum tentu bisa terus berputar, kadang kala terhenti di satu sisi..."
(hal. 145)

Untuk novel Sesuap Rasa ini saya beri nilai 4 bintang dari 5 bintang, sebab cukup relate dengan saya, dan secara tidak langsung mengingatkan kita semua untuk selalu mementingkan keluarga.

Sekian ulasan dari saya, terakhir, jaga kesehatan dan terus membaca buku!