[Buku] Zoom In Zoom Out Dunia Trisa karya Eva Sri Rahayu


Judul: Zoom In Zoom Out Dunia Trisa
Penulis: Eva Sri Rahayu
Editor: Dion Rahman
Penata letak: Debora Melina
Desainer sampul: Aji Hermawan
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: I, Desember 2019
Tebal: 265 hlm.
ISBN: 9786230011085
ISBN digital: 9786230011122

Sinopsis Novel
Novel Zoom In Zoom Out Dunia Trisa ini mengisahkan jatuh bangun seorang Trisa yang memiliki ambisi menjadi aktris. Berbagai casting dia ikuti dan banyak kegagalan dia lalui. Berbagai masalah dunia entertainment menimpa Trisa namun impiannya tidak juga mati.

Kisah asmara Trisa pun tidak sama mulusnya. Ada saja masalah yang membuat Trisa tidak bisa menikmati perasaan kasmaran dalam jangka waktu lama. Kadang, rasanya hidup Trisa hanya diisi oleh banyak ketidakberuntungan.

Bagaimanakah ujung kisah Trisa dalam dunia entertainment dan urusan asmaranya?

Resensi Novel
Perkenalan saya dengan penulis Eva Sri Rahayu ini lewat buku Love Puzzle yang dulu pernah saya resensi juga tapi di blog lawas yang kini sudah dihapus. Dan ketika saya buka Gramedia Digital lalu muncul novel baru yang ditulis oleh penulis, langsung saya unduh dan baca novel ini padahal saya sedang membaca novel yang lainnya.

Gemerlap Dunia Entertainment yang Membutakan Mata

Saya yakin pasti ada beberapa orang yang seperti Trisa, punya obsesi menjadi aktris dan sering mengikuti casting dimana-mana. Perjalanan yang enggak mudah untuk mewujudkan itu. Seperti Trisa, harus mengalami banyak kegagalan. Dan di awal-awal dia kebagian peran kecil, entah sebagai yang lewat, entah sebagai peran figuran yang munculnya hanya berapa adegan, atau bahkan sebagai pengisi suara saja.

Saya sedikit buta dengan alasan Trisa begitu terobsesi menjadi aktris. Apakah untuk memperbaiki ekonomi atau memang dia menyukai dunia entertainment? Kasih tau saya jika saya melewatkan alasan Trisa mengejar obsesinya sedemikian rupa ini.

Padahal dunia hiburan tidak pernah ada yang ramah. Penuh terjal dan bagi yang mengejarnya harus siap berdarah-darah. Trisa harus mengalami bentrokan dengan beberapa orang yang sudah lebih dulu terjun di dunia hiburan. Misalnya dengan aktris yang sudah lebih dulu tenar. Atau hubungan tidak baik dengan sutradara akibat terlambat datang saat syuting. Ternyata meski mengalami perlakuan tidak baik, Trisa tidak menyerah.

Sekali pun dia harus dihadapkan dengan kesibukan kuliah, casting tetap dilakoni Trisa. Bayangkan saja, demi mengejar karir aktris, di usia 25 tahun Trisa masih terdaftar sebagai mahasiswi. Perjuangan yang panjang namun hasilnya pelan sekali.

Ada jalan pintas yang sebenarnya bisa bikin Trisa cepat menjadi terkenal yaitu dengan mendekati sutradara. Hanya saja Trisa masih memilih berjuang di jalan yang benar.

Trisa Dan Segala Hal Yang Menyebalkan

Karakter Trisa di novel ini sangat menyebalkan. Dia tipe perempuan yang kepala batu dan ceroboh. Entah sejak kapan dia mengejar karir sebagai aktris, tetapi konflik di dunia hiburan selalu dihadapi Trisa dengan ceroboh seperti anak baru.

Di awal novel Trisa sudah marah-marah kepada Desta gara-gara dia terlambat casting. Padahal Desta bukan siapa-siapa dan masih mending ada yang mau antar-jemput Trisa kemana-mana. Bukannya terima kasih, Trisa malah menyalahkan Desta atas kejadian buruk yang menimpanya. Saya kaget membaca bagian ini dan ikutan kesal. Kalau beneran ada orang kayak Trisa, sudah saya getok kepalanya.

Dan ada banyak kelakukan Trisa yang bikin saya mengelus dada. Enggak habis pikir saja ada orang kayak Trisa di usia 25 tahun yang menyebalkan.

Formula Roda Berputar Dan Trisa Bermetamorfosis

Penulis menggunakan formula metamorfosis dalam cerita Trisa ini. Setelah perjuangan dan menghadapi banyak konflik di dunia hiburan, Trisa akhirnya berubah menjadi kupu-kupu. Walaupun di tengah jalan dia tetap diterpa badai. Di saat inilah orang-orang terdekat Trisa berperan besar menggenggam Trisa supaya tidak terjatuh.

Karakter Trisa pun berubah banyak. Sikapnya yang ceroboh dan kepala batu berkurang. Penulis menempatkan Trisa sebagai karakter yang sudah lebih baik tapi memiliki kesadaran sebelum dia berubah menjadi sekarang. Seperti rendah hati begitu. Dan waktu mengajarkan banyak hal untuk dirinya.

Pesan-pesan Moral yang Perlu Direnungkan

Jujur saja saya tidak mendapatkan banyak kesan bagus untuk novel ini. Sepanjang membacanya, saya lebih banyak kesal dengan karakter Trisa. Walaupun di akhir-akhir novel, Trisa berubah, tetap saja dia menyebalkan. Bahkan untuk hubungannya dengan Adam tidak menemukan titik terang lantaran Trisa mendahulukan obsesinya.

Yang paling bisa saya tangkap pesan moral dalam novel ini adalah kegigihan Trisa mengejar apa yang diimpikannya. Berbagai situasi buruk berhasil dia lalui dengan fokus ke impiannya itu.

Terakhir dan Rating
Untuk kisah Trisa dan obsesinya saya hanya bisa memberi nilai 3 dari 5. Rasanya novel ini cocok dibaca oleh mereka yang punya obsesi menjadi aktris juga supaya mendapatkan bayangan permasalahan apa saja yang akan muncul di dunia hiburan.

*****


[Buku] Mencari Simetri karya Annisa Ihsani


Judul: Mencari Simetri
Penulis: Annisa Ihsani
Penyunting: Mery Riansyah
Penyelaras aksara: Yuliono
Desain sampul: Sukutangan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Agustus 2019
Tebal: 240 hlm.
ISBN: 9786020629360
ISBN digital: 9786020629353

Sinopsis
Umur April sudah 29 tahun. Pekerjaannya sudah bagus dan fleksible, bisa dikerjain di kosan atau rumah. Tapi dia gundah oleh cerita asmaranya dengan Armin, rekan kerja prianya yang kadang cuek, kadang begitu perhatian. Hubungan mereka tidak jelas, sehingga April tidak bisa melanjutkan langkahnya mau kemana. Enam tahun April terus memupuk harapan kepada Armin. Sedangkan kalau dibandingkan dengan sahabatnya, Sita, dia sudah menikah dan akhirnya punya bayi.

Dalam keluarga, Mama harus ke Semarang untuk mengurus neneknya. Papa ditinggal di rumah dan mulai melupakan banyak hal. April kemudian memegang tanggung jawab terhadap papanya karena Kak Laras sibuk dengan keluarganya.

Apakah April bisa melewati krisis hidup di usianya yang sekarang?

Resensi
Nama penulis Annisa Ihsani merupakan salah satu penulis yang karyanya saya ikuti. Buku Mencari Simetri ini merupakan buku keempat karya Annisa yang saya baca. Untuk membaca resensi buku Annisa lainnya, silakan klik judulnya berikut ini: Buku A Untuk Amanda, Buku Teka-Teki Terakhir, dan Buku A Hole in The Head.

Menurut kabar, buku Mencari Simetri ini merupakan karya Annisa yang keluar dari kebiasaannya karena dia mengambil lini Metropop. Buku-buku terdahulunya terbilang di lini Teenlit/Remaja. Tentu saja ini bikin penasaran bagaimana Annisa meramu konflik dewasa, apakah akan sama serunya atau justru Annisa menjadi bukan Annisa.

Krisis Usia Menjelang Usia Tiga Puluh Tahun

Saya yakin banyak yang mengalami kegalauan ketika umur sudah mendekati angka tiga puluh. Biasanya mereka akan men-screening dirinya sendiri, lalu dibandingkan dengan orang lain di sekitarnya. Hasilnya adalah rendah diri. Seperti yang dialami tokoh April, dia merasa dirinya gagal, hidupnya tidak berhasil, dan merasa tertinggal dibandingkan dengan pencapaian orang terdekatnya. Contohnya, April melihat Sita, sahabatnya, sudah sangat enak karena di usia sekarang dia sudah menikah, bahkan sebentar lagi dia punya bayi. Sedangkan April merasa dirinya masih jauh untuk menyamai Sita.

Pikiran menikah saja tidak ada. April masih bergelut dengan perasaannya yang kerap di naik-turunkan oleh Armin. Kedekatan mereka tidak membawa mereka kemana-mana. Hanya senang berbagi letupan indah di dada ketika sedang bersama tanpa ada yang mau memulai membicarakan komitmen. April galau karena urusan ini.

Cinderella Syndrom Atau Hanya Ketidaksiapan?

Mengikuti kisah April dengan kebucinannya (budak cinta) membuat saya mempertanyakan pola pikirnya yang menolak segala bentuk komitmen besar. Misalkan dia belum memikirkan menikah dan masih senang dengan konsep berbunga-bunga ala remaja belia. Atau ketika dia bingung untuk pindah kosan ke rumah, sedang di depannya ada alasan besar yang mengharuskan dia pindah, dan keraguannya itu didasari ketidakinginan April memikul tanggung jawab merawat papanya yang akan membuat zona nyamannya terrenggut.

Kalian pernah dengar Cinderella syndrom? Sindrom yang menyebabkan orang dewasa bersikap kanak-kanak. Cinderella syndrom ini sebutan bagi penderita perempuan, sedangkan bagi penderita laki-laki disebutnya Peterpan syndrom. Begitu membaca kisah April, saya menduga dia mengidap sindrom ini. Apalagi ending cerita April digantung, yang bikin saya makin heran kenapa dia tidak bisa melihat kisah asmaranya dengan sudut pandang yang lain. Tapi saya tidak bisa memastikan hal itu, bisa saja April memang tipe perempuan yang memiliki prinsip kuat terkait keputusan yang menyangkut dirinya.

Berbakti Kepada Orang Tua Itu Tidak Mudah Dan Harus Dilakukan

Selain urusan asmara, April terseret untuk mengurus papanya yang mulai menunjukkan gejala pikun. Mamanya mendadak harus ke Semarang mengurus Eyang Uti yang mulai sakit-sakitan, bahkan sampai berbulan-bulan Mamanya di sana. April baru merasakan bagaimana sulitnya membagi waktu antara bekerja dan mengurus keluarga.

Ada beberapa bagian cerita yang akan mengingatkan kita untuk memperhatikan orang tua kita dan akan membuat hati kita terenyuh. Yaitu ketika kita mendapati sosok orang tua kita ternyata sudah tua. Melihat tubuh mereka yang mulai bungkuk, melihat kulit mereka yang mulai keriput, dan melihat rambut mereka yang mulai beruban. Ini bikin kita berpikir sudah sejauh mana kita berbakti kepada mereka.


Perubahan Bentuk Perkawanan Di Atas 25 Tahun

Ketika kita sudah lulus kuliah dan kemudian bekerja, ada yang berubah dari bentuk perkawanan. Jangan tanya soal perkawanan SD, SMP, dan SMA. Itu pasti sudah berubah sejak kita naik tingkat sekolah. Dan perkawanan kuliah pun berubah juga. Sebab kita akan disibukkan oleh pekerjaan, oleh pergaulan tempat kerja, bahkan oleh prioritas hidup lainnya.

Hubungan April dan Sita pun berubah ketika Sita menikah dan akhirnya punya anak. April merasakan betul waktu sahabatnya itu berkurang banyak untuk dirinya karena Sita punya prioritas baru. Pada saat beginilah dibutuhkan kedewasaan menyikapi perubahaan yang terjadi. Kita tidak bisa menuntut orang lain mengikuti ritme hidup yang kemarin-kemarin, tetapi yang dibutuhkan adalah menyesuaikan diri dengan prioritas kita yang baru.

Mereka Menyebalkan Dan Bikin Hilang Simpati

Sepanjang membaca buku Mencari Simetri ini, kita akan dikenalkan kepada beberapa tokoh. Sayangnya, saya tidak bertemu dengan satu tokoh pun yang saya sukai. Menurut saya tokoh utama di novel ini sangat menyebalkan.

April jelas-jelas perempuan yang begitu mengagungkan kebenaran pilihannya. Memilih pasangan saja dia begitu ingin yang sesuai dia mau dengan alasan, "Saya yang akan menjalani." Tidak salah sebenarnya, tapi ada kalanya sebagai manusia kita juga begitu didominasi egois dan belum tentu yang kita yakini itu benar. Banyak sekali orang di sekitar saya yang karena usia sudah matang, atau kelewat matang, akhirnya memilih pasangan dengan menurunkan egoisnya. Mereka mulai melihat dengan kacamata orang tua dan sahabat-sahabatnya. Toh tidak ada orang yang menyayangi kita akan memberikan kepada kita pilihan yang buruk.

Armin pun bukan pria yang patut dibanggakan walau senyumnya manis dan dia bisa sangat perhatian. Benar kata Sita, Armin tipe pria yang senang menebar remah-remah untuk perempuan, tapi enggan memberikan kue utuh. Dia senang di kelilingi perempuan, memperhatikan mereka, tapi tidak ada dipikirannya untuk memiliki. Senang sebatas itu saja. Orang menyebutnya pria pemberi harapan palsu.

Lukman juga membosankan. Kalau dari segi materi, dia mapan, Kalau soal perhatian, dia jagonya. Kalau soal membangun hubungan yang berwarna, ini dipertanyakan. Saya masih bingung dengan karakter dia yang ingin mengajak April serius tapi tanpa memberi kesan dulu. Kesan nyaman dan kesan membahagiakan. Bayangkan saja yang dilakukan Lukman itu sekadar ngajak makan dan nonton, lalu tiba-tiba memperkenalkan April ke keluarga. Caranya tepat tapi dia tidak mempertimbangkan perasaan April yang terkejut. Entah ini karena ceritanya dipersingkat atau beneran dikonsep demikian.

Akhirnya dan Rating
Pemilihan konflik yang pas untuk menyasar pembaca dewasa dan banyak mengingatkan soal beberapa hal yang akan dialami ketika menginjak usia tiga puluh. Fase krisis yang butuh ekstra tenaga untuk bisa melewatinya. Dan saya memberikan nilai untuk buku Mencari Simetri ini dengan nilai 3 dari 5.

*****

  • "... Ketika orang-orang menaruh ekspektasi mereka terhadapmu dan kau tidak mau memenuhinya, itu bukan salahmu. Kau tidak bisa memenuhi ekspektasi semua orang." (Hal. 52)
  • "Janganlah terlalu sering membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain...." (Hal. 96)



[Buku] Belenggu Ilse karya Ruwi Meita


Judul: Belenggu Ilse
Penulis: Ruwi Meita
Editor: Dion Rahman
Penata letak: Divia Permatasari
Desainer sampul: Sukutangan
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: I, Desember 2019
Tebal: 328 hlm.
ISBN: 9786230010033
ISBN digital: 9786230010040

Sinopsis
Setelah dua tahun menghilang, Ilse kembali datang ke rumah mewah miliknya dengan kondisi hilang ingatan dan tubuh yang tidak terurus juga penuh luka. Firas, suaminya, sangat terkejut. Padahal sebelumnya dia sudah memutuskan untuk membuka hati kepada Ralia, sahabat Ilse. Kembalinya Ilse mengubah semuanya.

Kemana saja Ilse selama dua tahun ini?
Dan bagaimana hubungan selanjutnya antara Firas dan Ralia?

Resensi
Nama penulis Ruwi Meita bukan nama baru bagi saya karena sebelumnya saya pernah tahu karya beliau, diantaranya: Misteri Patung Garam, Kaliluna: Luka di Salamanca, dan Carmine. Sayangnya, saya belum pernah membaca salah satu bukunya, dan baru kesampaian sekarang, setelah saya mengunduh ebook ini di Gramedia Digital.

Misteri Perempuan yang Menghilang dan Entah Siapa Pelakunya

Di buku Belenggu Ilse ini, penulis meramu cerita yang mengandung tema misteri. Kembalinya Ilse ke keluarganya setelah hilang dua tahun, memberikan pertanyaan kepada pembaca, kemana saja dia selama ini. Juga melihat penampilan Ilse yang tidak terurus dan dia bersikap seperti binatang (makan dan minum, meringkuk) menjadi pertanyaan, apa yang sudah terjadi dan dilewati Ilse selama dua tahun ini. Misteri inilah yang membuat pembaca bakal terus terpikat mencari tahu.

Rasa dari misteri yang disajikan Ruwi Meita dalam bukunya kali ini sangat pas dan memikat. Proses mengungkapkan jawabannya dibuat dengan melibatkan tokoh lain yaitu dua polisi: Saram dan Hana. Sehingga sepanjang buku pembaca akan dijejali cerita mengenai:


  1. Kehidupan Ilse setelah kembali ke tengah-tengah keluarganya. Di sini diceritakan hubungan Ilse dengan Firas suaminya, hubungan Ilse dengan Kale, anak perempuannya, hubungan Ilse dengan Ralia, dan hubungan Ilse dengan lingkungan pendukungnya (orang tua, tetangga).
  2. Kehidupan Ralia setelah Ilse kembali. Di sini Ralia memendam rasa kepada Firas dan berharap bisa hidup bersama. Tapi setelah Ilse kembali, harapan itu lenyap. Selain soal perasaannya kepada Firas, Ilse dipertemukan lagi dengan rekan kerjanya, Sura, chef di kafe yang desain interiornya dia garap. Ralia dan Sura mempunyai cerita yang panjang juga di buku ini.
  3. Proses menelusuri misteri deep website yang punya kaitan dengan kasus menghilangnya beberapa perempuan. Puncaknya adalah kebakaran sebuah rumah yang menewaskan seorang perempuan yang identitasnya sama dengan perempuan yang hilang beberapa bulan lalu. Dari kejadian itu Saram dan Hana mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus besar ini.


Sepanjang membaca buku ini saya suka menebak pelaku utamanya. Sebab setiap babnya seolah memberi potongan-potangan jawaban. Namun ternyata dugaan-dugaan saya salah semua. Tetapi tokoh-tokoh yang saya curigai memang punya andil baik langsung maupun tidak langsung dengan menghilangnya Ilse.

Roman Yang Kata Orang Manis Memang Hanya Pemanis

Cerita misteri tanpa roman sebenarnya bisa saja tetap menarik. Tapi apa salahnya roman dimasukkan selama itu mendukung cerita, justru tambah mantap. Di buku ini sajian roman antar tokohnya terbilang rumit dan enggak manis. Firas dan Ilse mempunyai hubungan suami istri yang tidak harmonis sebelum Ilse menghilang. Dan ketika Ilse kembali, hubungan mereka bertambah pelik mengingat Ilse berubah, bukan Ilse yang dulu.

Hubungan Ralia dan Firas pun tidak berjalan lancar. Apalagi pada pembukaan buku ini diceritakan mereka telah tidur bareng. Begitu keduanya akan membuka hati untuk satu sama lain, Ilse datang dan otomatis mengurungkan niat mereka. Yang paling merana tentu saja Ralia yang harus memupus perasaannya.

Hubungan Ralia dan Sura pun tidak ada kemajuan. Bagaimana bisa maju kalau Ralia masih sibuk berkutat dengan perasaannya kepada Firas. Dalam sisi ini, Sura lah yang lebih banyak bersabar dan berusaha menarik perhatian Ralia meski lebih banyak diabaikan.

Kriminal Dan Kekejian Yang Tidak Manusiawi

Selama dua tahun Ilse mengalami kejahatan yang tidak manusiawi. Tujuan si pelaku adalah menghilangkan ingatan si korban dengan dalih membuat si korban lahir kembali sebagai manusia baru. Kriteria korban yang dipilih si pelaku adalah mereka yang memiliki dosa dan seharusnya mereka tidak ada di dunia ini. Pelaku memposisikan diri sebagai pengadilan manusia dengan menggunakan alter sejarah Yunani.

Proses menghapus ingatan korban mengingatkan saya dengan serial Treadstone. Bedanya, di buku ini korban yang dihapus ingatannya akan lahir sebagai manusia yang seperti binatang. Sedangkan di serial itu, korban akan menjadi senjata mematikan untuk membunuh target yang diincar.

Cerita Panjang Yang Mencoba Mengupas Sampai Akar

Sebelumnya saya sudah menuturkan tiga cerita besar di buku ini. Terbilang buku ini punya kepadatan cerita sehingga membuat saya merasa kelelahan membacanya. Dalam waktu bersamaan saya mesti memahami cerita ketiganya dan cerita di buku ini bukan cerita ringan, melainkan punya sisi kelam dan sisi tebak-tebakan yang bikin pembaca ikut menduga-duga. Kebayang bukan lelahnya menyelesaikan cerita Ilse!

Tetapi begitu menuju akhir cerita, rasa lelah tadi terbayar sebab memang ceritanya seru dan ekspektasi saya terhadap akhir ceritanya memang terpuaskan. Akhir cerita yang enggak buru-buru dan enggak dipaksakan. Rapi dan runut pokoknya.

Petik-Petik
Awal mula dari kasus besar itu adalah bentuk kebencian. Saya jadi ingat pernah menonton sebuah video yang berisi pesan kurang lebih begini, "Kamu boleh tidak suka dengan sesuatu. Tapi jangan pernah membencinya. Sebab kebencian itu bukan saja merusak sesuatu tadi, melainkan secara bersamaan merusak diri sendiri dari dalam."

Akhirnya dan Rating
Sebuah petualangan dan proses pemahaman akan misteri hilangnya Ilse membuat saya ikut simpati, pusing menebak-nebak, bahkan geram kepada si pelaku. Dan akhirnya saya memberikan nilai untuk buku Belenggu Ilse ini adalah nilai 4 dari 5.

*****


  • "...seorang lelaki yang bisa begitu cepat berubah pikiran biasanya nggak bisa diandalkan. Kalaupun ada, karena sesuatu hal yang terjadi, dia harus meluruskannya...." (Hal. 165)
  • "...Perasaan memang nggak bisa dibunuh, tapi kamu harus belajar untuk mendidik perasaanmu." (Hal. 223)


[gambar kover diunduh dari situs Goodreads]

[Buku] Pendakian Terlarang karya ArgaNov


Judul: Pendakian Terlarang
Penulis: ArgaNov
Penyelaras aksara: Agnes O.
Desain sampul & tata letak: Pandu S.
Penerbit: Bhuana Sastra
Cetakan: I, Desember 2019
Tebal: 116 hlm.
ISBN: -

Sinopsis
Delapan anak muda yang tergabung dalam grup hiking Devil Expedition akhirnya berkesempatan menaklukan puncak Gunung Marapi di Sumatera Barat. Perjalanan ini sudah dinantikan sejak tahun-tahun sebelumnya namun selalu gagal terlaksana karena berbagai halangan. Yang terakhir membuat mereka gagal mendaki karena salah satu teman mereka, Lisa, mendadak meninggal dunia.

“Jika siapa pun yang memasukkan langkahnya di seberang puncak Gunung Marapi, maka pilihannya adalah menjadi dari kami atau mati.”

Semua tahu ada larangan yang harus mereka taati kalau tidak mau berurusan dengan orang Kampung Bunian.

Akankah perjalanan mereka berhasil mencapai puncak Gunung Marapi?

Resensi
Salah satu alasan saya mengungguh ebook ini di aplikasi Gramedia Digital adalah judulnya yang memuat kata “Pendakian”. Saya selalu suka bacaan yang ada cerita tentang pendakian gunung. Ini dikarenakan saya belum pernah naik gunung. Padahal keinginan melakukannya sudah sangat menggebu dan beberapa kali merencanakan tapi masih belum ketemu jadwalnya. Alam memang tampaknya belum menghendaki saya menikmati suasana pegunungan.


Buku Pendakian Terlarang ini menceritakan sekumpulan anak muda yang melakukan pendakian Gunung Marapi yang ada di Sumatera Barat. Benar-benar menceritakan pendakian tanpa ada sisipan konflik drama lainnya. Dimulai dari mempersiapkan segala keperluan untuk pendakian. Misalkan mempersiapkan tenda dan alat lainnya, termasuk logistik. Ketepatan untuk menghitung persiapan ini setidaknya harus mendekati pas. Kalau sampai kurang siap, maka bersiap saja untuk mengalami kesusahan selama pendakian.

Di dalam buku ini dijelaskan beberapa adab yang harus ditaati oleh pendaki selama mendaki gunung. Pertama, kita harus meminta ijin kepada pemimpin lingkungan setempat sebelum memulai pendakian. Dalam buku ini tim Devil Expedition meminta ijin kepada kepala desa. Sebenarnya untuk beberapa gunung sudah ada pos perijinan pengelola sehingga urusan perijinan bisa dilakukan di tempat itu. Tujuannya adalah supaya para pendaki terawasi ketika naik dan turun gunung. Sehingga jika sesuatu terjadi dengan para pendaki, misalnya pendaki hilang, kepala desa atau kru di pos perijinan bisa segera melakukan pencarian.

Dan yang kedua, para pendaki dilarang meninggalkan sampah di gunung. Sampah yang ada harus di bawah lagi ke bawah ketika turun gunung. Cara ini wajib dipatuhi untuk menjaga lingkungan gunung tetap bersih dari sampah.

Adab ketiga adalah pendaki dilarang merusak lingkungan gunung, salah satunya adalah jangan memetik bunga atau pohon yang ada di lingkungan gunung. Tujuannya agar habitat gunung tetap terjaga seperi semula.

Sebenarnya ada beberapa aturan mendaki yang biasanya disampaikan kru perijinan tetapi karena saya belum pernah mendaki, jadi saya kurang paham yang lainnya. Ketiga adab tadi merupakan yang disebutkan di dalam buku ini. Yang lainnya, yang pernah saya dengar, selama pendakian, kita dilarang berucap yang buruk atau melakukan hal buruk. Katanya kalau kita tidak mematuhi, kita akan mengalami hal-hal aneh. Salah satu yang sering dibicarakan, yang melanggar aturan tadi, bukan tidak mungkin akan dibikin berputar-putar tanpa menemukan jalan yang benar. Ngeri ya membayangkannya!

Tampaknya untuk pendakian Gunung Marapi pun ada tambahan larangan lainnya bagi para pendaki yaitu dilarang mengusik atau mengganggu dunia lain yang ada di sekitar gunung, yang biasa dikenal dengan sebutan Orang Kampung Bunian. Kampung ini merupakan kampung yang tak kasat mata. Keberadaannya susah dipastikan. Sehingga kepala desa menekankan adab-adab tadi agar dipatuhi untuk menjaga para pendaki dari sesuatu yang aneh.

Jujur saja saya merasa ketakutan selama membaca buku ini. Ini bukti keberhasilan penulis menyampaikan ceritanya dengan diksi yang tidak bertele-tele dan tepat penggunaan untuk menggambarkan suasana. Padahal sebelum membaca buku ini, saya membaca buku horor lain, tapi baru di buku ini saya merasakan ketakutan yang luar biasa.

Awalnya rasa takut itu saya rasakan ketika Mila menyadari perubahan Nina yang menjadi pendiam sejak mereka berangkat. Ditambah ketika Mila pun mendengar suara samar-samar yang memanggil namanya. Suasana mencekam bertambah ketika perjalanan malam hari dan Nina semakin bertingkah aneh. Dalam kondisi lelah dan pegal, mereka harus mengurus Nina yang tiba-tiba pingsan. Begitu Nina sadar justru dia meracau seperti orang kesurupan.

“Tadi seperti suara kepala desa, panggil namaku,” katanya bingung.
Aku mengedarkan pandangan ke sekitar, diikuti yang lainnya. Tidak asa siapa pun di sekitar sini. Lagipula hari sudah menjelang Maghrib, mana mungkin masih ada orang di ladang. (Hal. 18)
Beberapa kejadian yang membuat saya bergidik ngeri seperti hembusan angin dingin yang berasal dari kegelapan, suasana hening namun seperti tengah diawasi, suara bisikan yang muncul sesekali tanpa ada sumbernya, kemunculan sosok orang berbadan besar di kegelapan, dan adegan kesurupan yang dialami Nina. Pokoknya saya sarankan jangan membaca buku ini malam hari. Takutnya kalian susah tidur lantaran sensasi mencekam masih menyelimuti. Karena itu yang saya alami, saya membacanya malam hari dan saat mau tidur masih kebayang suasana gunung malam hari yang dingin dan keramat.

Biarpun temanya horor dengan latar pegunungan, buku ini mengingatkan banyak hal untuk pembaca diantaranya:

  1. Jangan menganggap remeh keramat sebuah gunung. Sebab gunung memiliki rahasia aneh yang akan susah ditangkal jika kita berbuat ceroboh selama pendakian.
  2. Kita harus peka dengan tanda restu dalam hal apa pun. Bisa saja asalnya dari alam atau bahkan dari orang-orang sekitar. Di buku ini diceritakan jika Mila dan teman-temannya sebenarnya tidak diijinkan berangkat mendaki oleh orang tua. Tetapi mereka memaksakan kehendak dan benar saja pendakian mereka berujung maut.

Akhirnya dan Rating
Buku ini pas dibaca untuk kalian yang menyukai cerita horor. Dan pas juga dibaca oleh kalian yang suka mendaki gunung atau punya keinginan mendaki gunung seperti saya. Terakhir, buku Pendakian Terlarang ini saya beri nilai 5 dari 5.

***** 

  • ...tapi kami tahu kalau persaudaraan itu bisa dibentuk dengan cara naik gunung bersama, menikmati indahnya tantangan medan yang mempersatukan kami bagai saudara. (Hal. 38)

[gambar Gunung Marapi diunduh dari: http://www.gosumatra.com/gunung-marapi-sumatera-barat/]

[Buku] Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 karya Cho Nam-Joo



Judul: Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982
Penulis: Cho Nam-joo
Alih bahasa: Iingliana
Editor: Juliana Tan
Penyelaras aksara: Mery Riansyah
Ilustrator: Bella Ansori
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, November 2019
Tebal: 192 hlm.
ISBN: 9786020636191
ISBN digital: 6786020636207

Sinopsis
Kim Ji-yeong, seorang ibu rumah tangga berusia 34 tahun, bertingkah aneh karena suka bertindak seperti orang lain. Karena kondisinya semakin parah, Jeong Dae-hyeon, sebagai suami membawa Kim Ji-yeong ke psikiater.

Sebenarnya apa yang membuat aneh Kim Ji-yeong? Bagaimana sebenarnya kehidupan yang dia jalani?

Resensi
Buku Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 ini sebenarnya memuat kehidupan keluarga Kim Ji-yeong dan suaminya, Jeong Dae-hyeon. Menceritakan profil orang-orang yang terhubung dengan mereka. Misalkan, ibu dan ayahnya Kim Ji-yeong, Neneknya Kim Ji-yeong, keluarga besar Jeong Dae-hyeon, dan kakak perempuan Kim Ji-yeong, Kim Eun-yeong.

Dari perjalanan hidup Kim Ji-yeong sejak dia kecil hingga menjadi seorang ibu, pembaca akan disuguhkan sisi lain menjadi wanita korea yang masih menganut sistem patriarki; sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi.

Kultur ini sangat jelas menempatkan laki-laki sebagai prioritas di berbagai kehidupan keluarga, sosial, bahkan profesional. Di dalam lingkungan keluarga, anak laki-laki akan selalu mendapatkan hal baik lebih banyak dan lebih dulu. Bahkan ada budaya sudara perempuan akan bekerja keras untuk membiayai saudara laki-laki mereka sampai mencapai kesuksesan.

Di lingkungan sosial, memiliki anak laki-laki lebih membanggakan dibandingkan memiliki anak perempuan. Bahkan di Korea dulu, diperbolehkan melakukan aborsi dengan alasan anak perempuan. Sehingga ada fenomena jika anak ketiga lebih banyak anak laki-laki.

Di lingkungan pekerjaan, pegawai laki-laki akan mendapatkan gaji lebih tinggi dibandingkan pegawai perempuan. Penulis bahkan menyisipkan informasi ilmiah yang menyebutkan jika negara Korea merupakan negara yang tidak layak untuk pegawai perempuan.

Sepanjang hidupnya, Kim Ji-yeong sering mendapatkan perlakukan berbeda dengan alasan gender ini. Kultur yang tidak bisa dia dobrak dan akhirnya membuat Kim Ji-yeong mengalami depresi berat.

Walau demikian, saya sangat terharu olek karakter ibunya Kim Ji-yeong. Dia merupakan sosok perempuan yang mencoba mendobrak sistem patriarki walaupun lingkupnya dalam keluarga. Dia mendorong agar Kim Ji-yeong menjadi dirinya sendiri sesuai yang dikehendaki tanpa perlu menjadi perempuan korea pada umunya.

Petik-Petik
Emansipasi bukan berarti sejajar sekali. Melainkan menyamaratakan hak yang memang tidak merusak kodrat perempuan. Misalkan mendapatkan pendidikan, mendapatkan keamanan, bahkan mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara pribadi. Sehingga jika hal-hal yang umum tadi tidak terpenuhi, perempuan berkewajiban menyuarakan ketidakterimaan tersebut agar ada perbaikan soal persamaan hak ini.

Akhirnya & Rating
Buku Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 ini memang diperuntukkan untuk siapa pun, walaupun sudut pandang yang dipakai adalah pembelaan terhadap hak perempuan. Siapa tahu selama ini ada sistem yang masih membedakan hak antara laki-laki dan perempuan, buku ini seolah menjadi pengingat. Jika akibat pembedaan tersebut bisa memicu depresi berat untuk perempuan. Rating yang saya berikan adalah nilai 4 dari 5.

*****


[Buku] Kosong karya Ade Igama @kisahhorror


Judul: Kosong
Penulis: Ade Igama @kisahhorror
Penyunting: Ikhdah Henny & Dila Maretihaqsari
Desain & ilustrasi sampul: Rony Setiyawan
Pemeriksa aksara: Mia Fitri Kusuma
Ilustrasi isi & penata aksara: tsbb
Digitalisasi: Rahmat Tsani H.
Penerbit: Bentang Belia
Cetakan: I, Agustus 2015
Tebal: vi + 234 hlm.
ISBN: 9786021383476

Sinopsis
Satu pagi Aira tiba-tiba berubah karakter. Aira yang biasanya judes, galak, tukang bikin onar, tidak suka anak-anak, berubah menjadi sebaliknya. Ibunya dan Bram merupakan orang terdekat yang dibuat kaget namun mereka juga bersyukur sebab Aira berubah ke arah yang lebih baik.

Di sisi lain, hidup Aira tidak tenang. Dia kerap diganggu oleh mahluk halus berupa gadis seusianya yang selalu membisikan sesuatu. Teman dekat Aira, Bram, ternyata ikut didatangi juga oleh mahluk halus tersebut.

Siapa sebenarnya mahluk halus itu dan ada cerita apa hingga dia menggangu Aira dan Bram?

Resensi
Saya mohon maaf jika resensi kali ini akan lebih banyak spoiler! Susah banget untuk tidak menjabarkannya, soalnya njelimet untuk bikin resensi yang enggak ada spoiler-nya.

Buku Kosong ini merupakan buku lain dari seri DarkLit yang diterbitkan oleh penerbit Bentang Belia. Sebelumnya saya sudah membuat resensi untuk buku lainnya yaitu Stalker karya Donna Widjajanto. Di artikel itu, saya menyebutkan jika buku Stalker lebih mengangkat isu sakit mental. Sedangkan di buku ini sungguhan menceritkan horor yang ada setannya. Jujur saja saya masih bingung pakem yang dipakai penerbit untuk seri Darklit ini, apakah tentang setan atau tentang segala sesuatu yang kelam.

Konflik dalam buku Kosong ini disulut dari ketidakpuasan Aira terhadap kehidupannya. Terutama permasalahan ekonomi yang terjadi di keluarga setelah ayahnya terkena stroke dan beliau dipensiundinikan oleh perusahaannya. Mau tidak mau roda ekonomi keluarga dijalankan oleh ibunya dengan membuka warung soto. Di satu sisi, Aira ingin mempunyai kehidupan yang normal dan menyenangkan, tetapi di sisi lain dia harus menerima kenyataan dan ikut bekerja sama dengan ibunya menjalankan roda ekonomi. Hingga akhirnya ketika dia berteman dengan sosok hantu bernama Abigail, Aira melakukan perjanjian yang berujung masalah.

Sebenarnya begitu saya tahu soal perjanjian antara Aira dan Abigail, saya malah kurang bersimpati terhadap kemalangan Aira. Toh Aira ini tipe remaja yang kurang bersyukur sampai akhirnya memutuskan untuk melakukan perjanjian dengan hantu supaya dia merasakan kebebasan dari tanggung jawab terhadap keadaan hidupnya yang sekarang. Justru saya senang dengan keberadaan Aira 'yang baru' sebab dia memberikan banyak hal positif terhadap orang-orang di sekitarnya dibandingkan dengan keberadaan Aira 'yang dulu'.

Tetapi dengan alasan hantu dan manusia memiliki dunia dan tempatnya masing-masing, saya pun mengiyakan perjuangan Bram mengembalikan Aira ke Aira 'yang dulu'. Sehingga rasa senang atas efek keberadaan Aira 'yang baru' harus saya tolak. Dan hal paling menarik diikuti dari novel ini ya bagian perjuangan Bram untuk mengembalikan Aira ke Aira 'yang lama'. Karena dalam prosesnya ada rahasia besar yang terbongkar terkait kasus Abigail.

Abigail adalah kasus besar remaja yang tidak bisa diabaikan. Kasus tentang seorang gadis yang diperkosa secara beramai-ramai dan kemudian dibunuh. Mayatnya diperlakukan tidak hormat dengan dikubur di semak-semak. Di Cirebon pun pernah ada kejadian serupa, seorang gadis diperkosa ramai-ramai. Sedangkan pacarnya dipukuli. Lalu keduanya dibunuh. Kemudian jasadnya dibuang di jalan raya seolah-olah mereka korban kecelakaan lalu lintas.

Narasi penulis ketika menyampaikan cerita bagian ini membuat saya sangat geram kepada pelaku. Hati siapa yang enggak kelu mengetahui kejadian gadis SMA diperkosa secara bergantian. Saya tidak bisa membayangkan perasaan si gadis tadi mesti pasrah dirinya dijamah, dimasuki secara paksa, sedangkan dia tidak punya kekuatan untuk menolak. Saya tidak bisa memahami penderitaan dia ketika dicumbu paksa oleh orang asing dengan nafas bau alkohol dan seringai puas tanpa belas kasih. Pelaku sudah seperti jelmaan iblis karena setelah mereka menuntaskan birahinya, si korban dibunuh entah dengan cara apa, kemudian jasadnya dikubur di sembarang tempat. Perbuatan biadab dan keji seperti itu harus diganjar hukuman setimpal.

Aku diperkosa dan dibunuh di semak-semak itu, mereka berganti-gantian memerkosaku dengan bengis. (Hal. 228)

Buku ini memiliki tema keluarga yang ditunjukkan oleh hubungan Aira dengan ayah dan ibunya. Tema persahabatan ditampilkan melalui hubungan Aira dan Bram. Sedangkan tema roman remaja muncul saat Aira mulai dekat dengan Rama.

Perkembangan karakter yang paling menonjol tentu saja karakter Aira. Perubahan drastis muncul ketika dia menyadari kalau keputusannya bersekutu dengan hantu adalah kesalahan besar. Dia akhirnya mengerti arti keluarga dan arti sahabat. Bram menjadi sosok sahabat yang mengerti bagaimana menjadi orang yang dipandang sebelah mata sebab citra yang jelek. Sedangkan Rama muncul sebagai pemanis cerita lantaran keberadaannya hanya untuk memberi rasa roman saja. Abigail merupakan hantu yang berteman Aira. Dia adalah korban yang rohnya masih penasaran lantaran jasadnya belum diperlakukan dengan hormat.

Petik-Petik
Setelah membaca buku ini saya mendapatkan pesan moralnya untuk selalu bersyukur terhadap kehidupan yang ada sebab kehidupan ini buah dari rancangan Allah SWT. Dengan pandai bersyukur, kita juga akan mengurangi berkeluh kesah dan ndumel. Sehingga kita akan lebih bahagia menjalani kehidupan.

Terakhir & Rating
Buku Kosong ini memang menyasar pembaca muda sehingga latar yang dipilih pun seputar sekolah dan kehidupan remaja. Untuk cerita Aira dan hantu Abigail-nya, saya menyematkan nilai 4 dari 5.

*****


  • ... harga diri adalah hal paling penting bagi lelaki, jangan biarkan siapa pun mengambilnya. (Hal. 19)
  • "... jangan nilai dari apa yang kelihatan di luar, dong. Yang kuat belum tentu kuat, yang tersenyum belum tentu bahagia. Rusa yang berlari cepat bisa aja sedang terluka, dan kadang luka membuat mereka lari lebih cepat." (Hal. 38)
  • "...kalau burung walet aja nggak pernah nyerah dan terus berjuang untuk terbang di hujan deras, kenapa kita banyak ngeluh kalau dapet rintangan yang enggak seberapa, atau kegagalan kecil..." (Hal. 93)
  • "Lalu kenapa sebagian besar dari kita, manusia yang besar dan sempurna, takut ngadepin hidup kita sendiri." (Hal. 93)
  • "...alam terlalu indah dan luas untuk disia-siakan hanya karena ketakutan yang berlebihan, berdiam diri di tempat persembunyian nggak akan membuat kita luput dari takdir." (Hal. 93)
  • "Nggak peduli sekuat apa benteng pertahanan kita, kematian tetap akan merobohkannya semudah meniup lapisan debu di perabotan lama." (Hal. 94)
  • ...hidup adalah anugerah yang paling lengkap. Di dalamnya kita akan menemukan penderitaan, kesakitan, kekejaman, dan kegilaan. Namun, hidup juga menghamparkan kabahagiaan di setiap jalannya yang terjal, harapan di setiap masa-masa paling kelam, dan yang terpenting; keluarga dan teman yang menemani melewati fase hidup yang kita hadapi. Hidup memang indah dengan segala sisi gelap dan sisi terangnya, air mata dan gelak tawa yang membuatnya ramai, itulah yang melengkapinya. (Hal. 132)



[Buku] Stalker by Donna Widjajanto


Judul: Stalker
Penulis: Donna Widjajanto
Penyunting: Starin Sani & Dila Maretihaqsari
Perancang & ilustrasi sampul: Roid Mukhtar Malik Anggara
Ilustrasi isi & penata aksara: tsbb
Pemeriksa aksara: Septi Ws
Digitalisasi: Rahmat Tsani H.
Penerbit: Bentang Belia
Cetakan: I, Juni 2015
Tebal: vi + 210 hlm.
ISBN: 9786021383537

Sinopsis
Buku Stalker ini menceritakan gadis SMA bernama Khila yang suatu hari bertemu dengan pemuda bernama Leon ketika menunggus bus pulang. Khila, Leon, Ibu Silvia dan Ibu Iin memutuskan naik taksi yang bayarnya patungan. Karena Leon itu ganteng, Khila merasa tidak keberatan bertemu di hari selanjutnya. Apalagi saat itu Khila sedang tegang dengan Saka soal proyek komik sekolah, dan kehadiran Leon menjadi seperti hujan bagi Khila di tengah panasnya hubungan dia dengan Saka, Abel, dan Nadia.

Namun Khila tidak menyangka jika Leon punya sisi gelap: protektif, pemaksa, dan pejuang. Buah dari kurang kasih sayang membuat Leon menjadi sosok yang mengerikan. Khila sempat mengalami pelecehan seksual di dalam taksi oleh Leon. Dan sejak itu penilaian Khila berubah terhadap Leon. Dia berusaha menjauhinya. Sebaliknya, Leon tambah mengusiknya.

Resensi
Ketika memutuskan untuk mengeratkan ikat pinggang dari belanja buku baru (entah beneran bisa atau enggak), saya akhirnya bisa selesai membaca satu judul buku dalam satu hari. Pencapaian yang spesial karena saya akhir-akhir ini kesulitan membaca buku sampai tamat.

Buku itu adalah Stalker karya Mbak Donna, yang menjadi salah satu dari series DarkLit bikinan Penerbit Bentang. Dalam bayangan saya, series ini berkaitan dengan horor, tetapi ternyata untuk buku ini tidak demikian. Justru mengambil tema besar berupa sakit mental. Dan insyaallah untuk resensi judul lainnya akan segera menyusul.

Membaca buku ini membuka mata saya dalam merasakan perasaan korban pelecehan seksual. Membaca bagian ketika Khila mandi dan menggosok badannya untuk menghapus bekas tangan Leon, membuat saya terenyuh. Khila merasakan marah, kesal, tidak berdaya, kotor, malu, menjijikan, semua bercampur, dan dia enggak bisa ngomong ke siapa pun. Tekanan ini yang dirasakan korban pelecehan seksual. Makanya mereka baru bisa bercerita setelah beberapa lama setelah kejadian.

Peran keluarga atau orang terdekat menjadi sangat penting dalam proses pemulihan. Korban pasti mengalami trauma dan orang sekitarnya harus membantu korban untuk keluar dari traumanya. Bukan tidak mungkin jika korban dibiarkan meratapi nasibnya, mereka akan melakukan tindakan bodoh misal percobaan bunuh diri. Orang tua Khila, Saka, Abel, Nadia, dan Eri memberikan inspirasi bagus dalam menguatkan Khila. Poinnya adalah penting sekali membangun kembali kepercayaan diri korban untuk melanjutkan kehidupan dan mengingatkan korban jika dia enggak sendiri. Masih banyak sekali orang sekitar yang sayang dan peduli.

Di novel ini pembaca juga akan menemukan tema keluarga, tema persahabatan, dan tema roman. Kalau ditakar, buku ini punya lebih banyak tema persahabatan. Tema keluarga ditampilkan pada bagian cerita peran orang tua Khila dalam mendampingi anaknya yang menjadi korban penguntit. Untuk tema persahabatan yang menjadi tema besar ditampilkan dalam bagian cerita bagaimana sahabat-sahabat Khila merespon apa yang dialami Khila. Sedangkan tema roman muncul dari hubungan Saka dan Khila, dan perasaan tersembunyi dari Nadia dan Eri.

Sebelum tahun ajaran dimulai, Saka sudah menimbang-nimbang apakah sebaiknya dia nembak Khila. Tapi, Saka takut persahabatan mereka malah rusak kalau mereka jadian. Atau, apesnya, mereka nantinya putus, terus musuhan. (hal.85)

Kemudian karakter-karakter tokoh di novel ini sudah pas dan berkesan. Khila ini sosok gadis muda yang judes, galak, rajin, egois, sekaligus rapuh. Saka tampil sebagai cowok muda yang tegas, lebih bijak, dan sabar. Nadia muncul sebagai gadis yang pemendam rasa, berusaha menyenangkan semua orang, sensitif, namun pengendali emosi yang baik. Eri dirancang sebagai cowok kstaria yang mau menerima kenyataan percintaannya tanpa harus membenci. Sedangkan untuk Abel yang tipe pemimpin, penengah, dan punya empati yang besar, menjadi bias di bayangan saya, dia itu cewek apa cowok sebenarnya.

Petik-Petik
Pesan yang saya terima adalah ketika punya masalah jangan pernah merasa sendirian. Terbukalah kepada keluarga dan orang terdekat. Biarkan mereka mengerti dan membantu. Karena kita hidup tidak sendirian. Keluarga dan orang terdekat pasti menyayangi kita dan tidak akan membiarkan kita kesulitan sendirian.

Terakhir & Rating
Buku Stalker ini sangat cocok dibaca oleh remaja untuk mengingatkan bahwa tidak semua orang dalam lingkaran pergaulan kita itu baik. Lalu, ketika kita tertimpa masalah, ayo selesaikan bersama keluarga dan orang terdekat, bukan meratapi, menutupi, dan merasa takut. Jangan lari tetapi ayo hadapi. Akhirnya buku stalker ini saya ganjar dengan rating 4 dari 5.

*****

  • Kesedihan yang dibagi akan berkurang, sama seperti kesenangan yang dibagi akan bertambah. Itu, kan, gunanya teman? (hal.70)
  • "...Sakitnya kalau benci sama orang itu lebih sakit daripada kalau kita dibenci orang." (hal.95)