Jalan-Jalan Naik Perahu di Pantai Kejawanan Cirebon


Hari Minggu tanggal 26 Januari 2020 ini saya habiskan dengan menyenangkan.

Hari kemarin saya dan kawan kampus janjian untuk mampir ke bazar buku Out of The Boox yang ada di Living Plaza Cirebon (insyaallah ceritanya bakal saya bikin di artikel terpisah). Temen saya akhirnya bisa jemput saya di kosan sekitar jam 13.30. Kita langsung berangkat ke lokasi bazar. Paling satu jam-an kita ngubek buku disana.

Pulang dari bazar buku, kita menyempatkan isi perut dulu di Warung Sambal. Karena bingung mau kemana lagi, soalnya kita cuma janjian ke bazar doang, saya mengajukan untuk berkunjung ke Pantai Kejawanan.

Untuk masuk ke area Pelabuhan Kejawanan, setiap motor yang masuk dikenai retribusi 500 rupiah. Berikutnya nambah biaya parkir 3K.

Karena hari Minggu, Pantai Kejawanan beneran penuh orang. Serunya lagi, sore ini air lautnya tengah surut. Sehingga orang-orang pada turun ke pantai yang berpasir hitam. Saya dan kawan lebih memilih untuk naik perahu saja. Sumpah, ini kali pertama saya naik perahu padahal saya sudah sering mantai di Kejawanan.

Saya aslinya takut mabuk laut. Kebayang tubuh kita terguncang-guncang di perahu mengikuti deburan ombak. Alasan inilah yang bikin saya nggak tertarik naik perahu. Tapi sore ini saya beranikan diri untuk naik.

Bayar naik perahu sebesar 10K. Saya kira kita bakal dibawa ke ujung laut lepas sebatas batu pemecah ombak. Tetapi nyatanya kita dibawa rada lebih jauh ke tengah laut.  Kita melewati tiga kapal besar. Bahkan sempat mendekati ke sebuah kapal yang bawa batu bara.

Rasanya berada di atas perahu dengan ombak yang lumayan gede, membuat adrenalin kepacu. Ini lebih seru daripada rafting di sungai Elo, Magelang, pas acara gathering lalu. Dan bikin pikiran kembali segar gara-gara mata melihat betapa luasnya lautan. Istilahnya, bikin hati dan pikiran lebih jembar.

Kayaknya sekitar setengah jam-an kita pulang-pergi melaju ke tengah lautan. Makanya pas sampe lagi di labuhan perahu, hari sudah rada sore. Kita memutuskan untuk menyudahi mantainya. Saya juga perlu mandi karena badan rasanya lengket banget, dan mau minum obat. Biasalah, badan lagi kena flu.

Biaya ke Pantai Kejawanan:

  • Biaya retribusi area Pelabuhan Kejawanan: Rp500,-
  • Biaya parkit: Rp3.000,-
  • Biaya naik perahu: Rp10.000,-

Sampai jumpa di jalan-jalan berikutnya ya! Berangkat Yuk!

[masih malu-malu buat ngambil foto, jadi minim banget, haha]

8 comments:

  1. Disertai dokumentasi foto banyakpun kayaknya ga masalah din, malah lebih menghidupkan isi cerita #just advice

    Ah ini toh resto sambel sambelan yang kamu rekomendasikan pas aku lagi ngereview ss...kayaknya menarik
    Sensasi naik kapal juga pernah aku alami
    Rasanya beneran sport jantung, sebab terpal kapalnya waktu itu keguncang angin lumayan hebat, jadilah rada oleng dan walhasil sebagian sisi keguyur air laut, seru tapi sedikit panik...
    Tp biaya naik perahumu ini jauh lebih murah dr pengalamanku din

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia Mbak, saya masih malu foto-fotoannya. Hahaha.

      Bener, warung ini yang saya maksud. Setipe banget sama SS.

      Pengalaman yang seru banget yakin. Mungkin karena faktor pertama kalinya naik perahu juga jadinya excited banget. Dan iya itu biayanya murah banget. Ada yang 5K tapi kayaknya nggak sejauh yang 10K

      Delete
  2. Murah juga tiket perahunya, apalagi tiket masuk ke pelabuhan cuma Rp 500, padahal jaman sekarang uang 500 uang hampir ngga ada harganya.

    Aku juga malas naik perahu, soalnya takut mabuk, kecuali mungkin naiknya dengan Raisa, mah ga apa-apa..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengenai harga tiket yang murah ini, rekan kerja saya pun selalu bilang nggak percaya. Tetapi dugaan saya karena pelabuhan dikelola pemerintah, kayaknya pendapatan mereka lebih banyak dari kapal yang berlabuh. Sedangkan retribusi wisata kayaknya dianggap sebagai uang kebersihan saja.

      Naik kapal sama Raisa? Seabreg orang kayaknya pengen ikutan juga dan lupa sama mabuk lautnya, hehe.

      Delete
  3. Justru kalo masih muda banyak-banyakin main. Biar kaya pengalaman. Ntar udah tua susah, selain bikin encok juga gak sempet karna sibuk cari duit.

    Salam kenal nak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, rada nyesel juga kenapa nggak sedari muda jalan-jalan jauhnya. Umur segini udah beda prioritas.

      Salam kenal balik ya!

      Delete
  4. Cirebon salah satu kota yang pengin kudatangi tahun lalu, tp blm kesampain ahahahaha. Semoga tahun ini bisa main ke Cirebon dan naik perahu keliling pantai kejawanan. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap Mbak Ella, semoga terlaksana dan nanti saya rekomendasikan beberapa tempat yang seru untuk dikunjungi. Kulinernya juga mantap-mantap kok.

      Delete